√ 15 Penyebab dan Cara Mengatasi Mobil Tersedak / Brebet

By | 2019-12-08T11:46:10+00:00 December 8th, 2019|Velg Mobil|

Iklan

Cara Mengatasi Mobil Tersedak – Masalah dengan mobil agak sedikit, di mana masalah ini sebenarnya muncul karena cara penggunaan dan pemeliharaan tidak sesuai dengan apa yang direkomendasikan oleh pabrikan. Salah satu masalah yang sering dialami adalah mobil yang tersedak, atau lebih dikenal dengan brebet / mbrebet, yang merupakan masalah yang sering dijumpai di mobil-mobil masa kini.

Tujuan dari mobil saat ini adalah mobil yang telah didukung oleh teknologi injeksi. Memang, jenis mobil ini ramah dengan penggunaan bahan bakar, bahkan dari segi kinerja juga terasa optimal. Namun, sejalan dengan semua itu mengharuskan pemilik mobil untuk merawat mobil dengan baik jika Anda tidak ingin masalah saat bepergian.

Cara Mengatasi Mobil Tersedak


Harap dicatat, sistem terkomputerisasi yang terdapat dalam mobil injeksi disimpan di ECU (Engine Control Unit) dan didukung oleh sensor. Sekarang jika salah satu sensor kotor atau mobil menggunakan bahan bakar yang tidak sesuai dengan yang disarankan, biasanya merupakan penyebab kuat mobil brebet. Untuk lebih jelasnya apa penyebab mobil brebet dan Cara Mengatasinya Tersedak, lengkapi lihat langsung di bawah ini.

Penyebab Stagnasi Mobil

1. Filter Kotor

Filter adalah bagian atau bagian dari kendaraan (mobil) yang berfungsi untuk menyaring kotoran. Dan di dalam mobil injeksi ini saringan memiliki efek yang sangat besar, apakah itu saringan udara atau bahan bakar.

Sensitivitas mesin injeksi jauh lebih tinggi daripada mesin konvensional yang menggunakan karburator, akibatnya jika filter kotor atau sampai ada kotoran pada filter bahan bakar bahkan dalam skala kecil, ini akan menyumbat injektor yang menyebabkan mobil kios / brebet.

2. Penggunaan bahan bakar yang tidak pantas

Seperti halnya filter, bahan bakar memiliki peran penting dalam mobil. Khususnya secara umum, mobil injeksi ini direkomendasikan untuk menggunakan bahan bakar dengan peringkat oktan minimum 92, seperti pertalite, dan bahkan lebih baik lagi jika menggunakan bahan bakar yang memiliki kualitas di atasnya.

Karena mobil injeksi kebanyakan menggunakan rasio kompresi tinggi, bahkan bisa lebih dari 10: 1, tentu saja, semakin tinggi kompresi berarti otan BBM juga harus tinggi. Dan ketika datang untuk menggunakan bahan bakar dengan otan rendah ini adalah penyebab kecelakaan mesin mobil.

3. Kerusakan Sensor

Mobil akhir-akhir ini, umumnya sudah menggunakan semua teknologi injeksi, dan tidak dapat dipisahkan dari sensor, di mana sensor ini akan berfungsi mengirim data ke ECU (Engine Control Unit).

Untuk alasan ini, jika salah satu sensor rusak atau tidak berfungsi, ini akan memiliki pengaruh besar pada jalannya sebuah mobil, karena nantinya akan membuat perhitungan ECU tidak akurat, dan efek sampingnya membuat mobil brebet ketika dalam gas .

4. Busi Berumur / Tidak Standar

Sistem pengapian pada mobil injeksi berbeda dengan diesel yang tidak menggunakan busi, tetapi mesin injeksi didukung oleh busi, di mana nantinya busi ini berfungsi sebagai busi yang sangat mempengaruhi kinerja mesin.

Jika api yang dihasilkan dari busi ini kecil, tentu akan membuat mesin hancur. Kualitas api yang dihasilkan sangat dipengaruhi oleh kinerja busi, di mana kinerja ini akan menurun seiring waktu.

5. Memiliki suntikan dingin

Teknologi injeksi dalam kendaraan mengandalkan tekanan untuk mengalirkan bahan bakar ke ruang mesin. Karena itu, jika dalam praktiknya, ketika ada gelembung udara di sistem bahan bakar, yang dapat terjadi saat penyaringan digunakan atau kehabisan bahan bakar.

Ini akan menyebabkan pasokan bahan bakar ke ruang bakar terputus. Nah, gangguan aliran bahan bakar tentu saja memberi efek pada mesin yang berjalan, yang biasanya bikin mesin brebet.

6, Tubuh Throttle Kotor

Teknologi canggih dalam kendaraan membuat mobil dengan sistem drive by wire tidak lagi menggunakan kawat gas, tetapi digantikan oleh sensor Acceerator Pedal Position (APP), yang sensornya akan mengirim data pembukaan gas, dan ECU akan memerintahkan katup bagian untuk dibuka.

Tetapi masalahnya bukan pada sensor APP, tetapi dengan katup gas, yang seiring waktu membuat kotoran menumpuk di area itu, yang menyebabkan mesin rusak.

7. Saat Bahan Bakar Ingin Habis

Kondisi bahan bakar di dalam tangki tidak dapat dipilih secara langsung, karena mobil itu sendiri dibuat tersembunyi, dan kita hanya bisa mengandalkan indikator yang ada pada MID atau speedometer.

Jika indikator menunjukkan pada garis E atau pada tampilan digital, indikator belum berkedip, masih harus ada cadangan bahan bakar, tetapi itu berlaku jika indikatornya dalam kondisi normal, tetapi jika kebalikannya adalah tanda bahwa bahan bakar yang akan habis mesin akan macet.

8. Overheating di Mesin

Pada dasarnya ketika mesin bergerak menyebabkan panas, hanya saja panas pada mobil normal tidak menyebabkan masalah karena suhunya masih dalam kategori wajar, tetapi berbeda ketika mesin terlalu panas menyebabkan mesin mengalami kecelakaan. dan membuat kinerja menurun dengan segera.

Masalah seperti itu biasanya karena air atau cairan pada radiator mengalami penyusutan drastis yang disebabkan oleh kebocoran pada beberapa komponen di dalamnya.

Cara Mengatasi Mobil Tersedak / Brebet

Sangat menyebalkan jika mobil mengalami hal seperti itu, yaitu brebet, terutama jika diharuskan untuk bekerja dengan cepat, selain aktivitas yang sangat mengganggu, cara penggunaan yang tidak tepat dapat mempersingkat masa pakai komponen lain yang terkandung dalam mesin, tetapi jika sudah mengalami crash atau brebet engine, lihat ulasan tentang cara mengatasi mobil yang tersedak dibawah ini.

1 Gunakan bahan bakar dengan nilai oktan tinggi, karena untuk mobil dengan teknologi injeksi ia menggunakan kompresi mesin tinggi 10: 1 atau bahkan lebih dari itu. Jadi semakin tinggi kompresi harus disertai oleh BBM dengan nilai oktan tinggi juga.

2 Secara rutin periksa air ada radiator, jangan sampai di bawah indikator kurang.

3 Ganti busi sesuai dengan periode penggunaan yang disarankan, dan pilih kualitas busi dan sesuai dengan spesifikasi mobil.

4 Untuk mobil tipe injeksi, hindari menggunakan bahan bakar tipe bensin, setidaknya gunakan pertalite atau setidaknya Pertamax untuk menjaga performa mesin, dan hindari brebet.

5 Jika ada masalah dengan throttle body, Anda harus membersihkannya dengan carbu cleaner untuk menghilangkan tumpukan kotoran dan kerak yang menempel di bagian ini.

6 Masalah dengan filter terjadi secara alami, dan untuk mengatasinya juga tidak terlalu sulit, jika filter bahan bakar bermasalah, Anda harus segera menggantinya dengan yang baru, dan itu juga berlaku untuk filter udara, hanya saja filter udara masih memiliki toleransi, yaitu dengan semprotan langsung menggunakan angin tekanan tinggi.

7 Usahakan untuk tidak memposisikan bahan bakar dalam tangki untuk menunjukkan E, atau ketika indikator menyala, segera isi bahan bakar sehingga asupan bahan bakar ke mesin tidak tersendat.

Pada dasarnya, jika Anda menginginkan mobil dalam kondisi normal dan siap digunakan, Anda harus selalu memperhatikan perawatan mobil, mulai dari ganti oli secara rutin, periksa air pada radiator secara rutin, dan hindari segala sesuatu yang menyebabkan mobil mandek. Itulah informasi yang dapat kami berikan, semoga Cara Mengatasi Mobil Tersedak di atas dapat membantu Anda mengatasi masalah dengan mobil yang ada. "SALAM OTOMOTIF"

About the Author: