20% Perlombaan, 80% Kesenangan TheGasPol.com

By | 2019-03-18T06:10:07+00:00 March 18th, 2019|Velg Mobil|

Bukan kebetulan ketika kami memutuskan untuk menghadiri acara balap Tea and Toast Cup yang berlangsung di Sirkuit Motocross Krukut, Limo, Depok, Minggu (17/3). Kami pikir acara ini akan diisi dengan aksi-aksi seru plus mengundang tawa.

Kapan lagi Anda bisa melihat audiens dapat leluasa menyeberang trek saat balapan berjalan? Atau peserta yang turun menggunakan kebiasaan Ronald McDonald. Jika itu tidak cukup, ada seorang peserta yang memutuskan untuk balapan menggunakan Honda Astrea Prima, halus, lengkap dengan tubuhnya.

Acara balap The Tea and Toast 2019 memang jauh dari serius. Kegiatan ini lebih tepatnya tempat untuk mengumpulkan penggemar jejak lama yang dibalut balapan yang menyenangkan. Tetapi ada cukup banyak kelas yang dibuka, termasuk kelas untuk mesin tidur di mana Astrea Prima mengambil bagian di dalamnya.

Aksi di setiap sudut berhasil mengundang decak kagum dan tepuk tangan dari penonton yang berada di sudut-sudut lintasan.

Kelas tua sepeda motor menjadi kategori peserta yang cukup ramai. Di sini ada sepeda motor tua seperti Suzuki TS, Yamaha Yamaha, Honda CR125, dan banyak lagi lainnya.

Selama program berlangsung, cuaca berganti-ganti. Mulai dari panas terik hingga hujan gerimis yang secara otomatis memberikan tantangan bagi peserta karena jalur basah.

Meski usia motor sudah tua, namun performa trailer lama yang turun masih bisa diadu.

Posisi garis finis berada tepat di jalur menanjak. Ini menjadi titik sempurna bagi peserta untuk melompat dengan sepeda mereka.

Sirkuit Krukut Motocross sendiri sebenarnya tidak terlalu panjang. Lokasi berada di semacam perumahan.

Setiap hari ada banyak penggemar motorcross yang menjalani pelatihan di sirkuit ini, terutama di sore hari.

Terlihat bahwa tidak semua peserta Tea and Toast Cup pandai mengendarai sepeda motor mereka di lintasan darat seperti ini. Tetapi ada juga peserta yang tampak fleksibel melahap setiap tikungan dan hambatan yang tersedia.

Penampilan Honda CR125 mengundang banyak perhatian dari penonton.

Meski dipenuhi dengan nuansa asyik, namun bukan berarti tidak ada kompetisi yang dihadirkan dalam lomba ini.

Tidak sedikit peserta yang harus jatuh. Apakah itu di luar kendali atau menyentuh peserta lain.

Kelas Big Bor adalah kategori pamungkas di mana sepeda motor khusus dengan jejak vintage atau gaya pengacak memenuhi kelas ini.

Nuansa kursus balap kelas ini sedikit berbeda dengan kelas lainnya karena motornya sangat kuat.

Final kelas Bor Besar bertepatan dengan jatuhnya hujan Minggu sore. Namun antusiasme para peserta tidak surut.

Informasi, peserta yang berpartisipasi dalam acara ini mencapai ratusan.

Harapannya adalah bahwa Piala Teh dan Roti Panggang akan kembali tahun depan dengan suguhan yang lebih menarik.

About the Author: