Berbagi Platform Mitsubishi Xpander, Inilah Perbedaan Antara Semua Livina Baru TheGasPol.com

By | 2019-02-19T10:32:16+00:00 February 19th, 2019|Velg Mobil|

Menggunakan platform yang sama dengan Mitsubishi Xpander, All New Nissan Livina secara resmi hadir di Indonesia pada Selasa (19/2) di Jakarta. Indonesia patut dibanggakan, karena negara ini adalah negara pertama yang dapat merasakan MPV rendah (Kendaraan Serba Guna) buatan fasilitas produksi PT Nissan Motor Indonesia (NMI) di Purwakarta.

Aliansi antara Renault Nissan dan Mitsubishi tentu sangat menguntungkan bagi ketiganya. Dengan cara ini, Nissan tidak perlu repot mengembangkan platform baru untuk digunakan sebagai senjata pertempuran di & # 39; cake & # 39; mobil MPV rendah.

Meski mirip dengan saudara kandungnya, Mitsubishi XPander, All New Livina tentu memiliki perbedaan untuk memperkuat identitasnya. Tentunya tentu saja pada facia depan atau depan, Nissan masih mempertahankan bahasa desain model V-Motion di grille seperti yang telah dilakukan pada produk lain.

Selain model grill yang berbeda, jika Anda memperhatikan lampu DRL, ada juga motif berbeda yang disebut Nissan sebagai Dual LED Signature dengan DTRL.

Selain bagian depan, interiornya juga memiliki warna dan motif kursi berbeda dengan Mitsubishi Xpander. Jika MPV rendah dengan tiga berlian hanya memiliki dua pilihan bahan kain hitam dan krem, All New Livina memiliki dua pilihan bahan pembungkus kain atau kulit dengan warna hitam untuk varian tertinggi VL A / T seharga Rp. 261,8 juta.

Tidak ada yang berbeda di sektor tenaga penggerak. Baik Mitsubishi Xpander dan All New Nissan Livina mengusung mesin yang sama yang dimiliki Mitsubishi Motors dengan kapasitas 1.499 cc dengan 102 hp dan torsi 141 Nm.

Peremajaan total generasi Nissan Livina, yang telah hadir sejak 2007, dianggap tepat. Karena perubahan yang dilakukan oleh Nissan pada tahun 2012 hanya terbatas pada facelift utama. Momentum aliansi antara ketiga merek ini dimanfaatkan secara maksimal oleh Nissan untuk membawa Livina generasi baru dengan biaya ekonomis.

About the Author: