Dari Inggris, MG Motor ke Indonesia TheGasPol.com

By | 2020-03-30T20:53:44+00:00 March 30th, 2020|Velg Mobil|

MG Motor memang menjual produknya secara resmi di Indonesia. Namun, merek kendaraan dari Inggris, pernah memiliki sejarah yang cukup bagus di Indonesia karena beberapa unitnya telah dijual oleh importir kendaraan pada masanya.

Meskipun merek itu dilegalkan di Inggris pada pertengahan 1920-an, sekarang MG Motors dikelola oleh raksasa otomotif Cina, SAIC Motor yang juga merupakan induk dari perusahaan Wuling Motors.

Dijelaskan oleh beberapa literatur sejarah, MG Motor adalah perusahaan penjualan mobil di Inggris yang secara khusus menjajakan mobil merek Morris. Oleh karena itu, nama MG adalah kependekan dari Morris Garage yang dimiliki oleh William Morris.

Pada saat itu, Manajer Penjualan Morris Garage, Cecil Kimber, memberanikan diri untuk membuat mobil modifikasi Morris Oxford sedan kemudian menambahkan & # 39; MG Super Sports & # 39; logo sebagai tipu muslihat untuk konsumen. Sejak itu Kimber telah membuat banyak versi modifikasi dari mobil Morris yang dijual dengan nama merek MG

Pada tahun 1928, sebuah perusahaan bernama M.G Car Company secara resmi didirikan dengan kepemilikan terbesar dipegang oleh William Morris. Perusahaan yang berspesialisasi dalam memproduksi mobil sport MG dan Kimber diputuskan menjadi Managing Director.

Pada tahun 1935, William Morris menjual Perusahaan Mobil M.G ke Morris Motors. Namun ternyata Kimber tidak setuju dengan kepemilikan baru dan kemudian diminta untuk mengundurkan diri pada tahun 1941.

Kimber kemudian bergabung dengan rumah Charlesworth yang dimodifikasi, kemudian pindah ke pabrikan piston Specialloid. Kimber meninggal karena kecelakaan di stasiun kereta King Cross di London pada 4 Februari 1945.

Morris Motors dan Austin Motor Company Limited bergabung untuk melahirkan entitas baru bernama British Motor Corporation Limited pada tahun 1952. Perusahaan Mobil M.G berada di bawah perusahaan baru ini.

British Motor Corporation Limited kemudian bermigrasi dengan Jaguar Cars pada tahun 1966 kemudian perusahaan baru bernama British Motor Holdings didirikan.

British Motor Holdings kemudian menyatukan kembali korporasi dengan Leyland Motor Corporation pada tahun 1968 dan kemudian membentuk British Leyland Motor Corporation. Pada saat ini MG tidak lebih dari sebuah merek yang dimiliki oleh British Leyland Motor Corporation, maka pada tahun 1972 nama Perusahaan Mobil M.G dilarang digunakan.

Bagian dari kepemilikan British Leyland Motor Corporation dipegang oleh Inggris pada tahun 1975 yang kemudian mendirikan perusahaan induk bernama British Leyland dan kemudian mengubah namanya menjadi Rover Group pada tahun 1986.

Rover Group dimiliki oleh British Aerospace pada tahun 1988 yang kemudian menjual semua bisnis otomotifnya, termasuk merek MG, ke BMW pada tahun 1994. Pada tahun 2000 Rover Group mengalami masalah keuangan, kemudian menjual BMW.

Ford mengambil divisi Land Rover dan kemudian merek Rover dan MG dipegang oleh Grup MG Rover yang berbasis di Birmingham, Inggris pada tahun 2005.

Masih pada pertengahan 2005, perusahaan milik Cina, Nanjing Automobile Group memperoleh bagian dari aset MG Rover Group dan kemudian mendirikan perusahaan bernama NAC MG UK Limited. Nanjing Automobile Group kemudian dibeli oleh SAIC (Shanghai Automotive Industry Corporation) Motor pada tahun 2007 kemudian NAC MG UK Limited diubah menjadi MG Motor UK Limited.

Pada tahun 2011 merek MG generasi baru yang disebut MG6 diluncurkan. Pada 2012 SAIC Motor berinvestasi besar-besaran di MG Motor UK Limited, kemudian pada 2016 semua kegiatan produksi mobil MG di pabrik Inggris dihentikan untuk fokus pada China.

Pada 2017 SAIC Motor mendirikan MG Motor India dan berinvestasi membeli pabrik General Motors di Gujarat dan kemudian dialihkan untuk memproduksi mobil MG.

Ingin memperluas sayapnya di Asia, MG mendirikan sebuah perusahaan di Indonesia. Bisnis MG di negara ini dikelola oleh SAIC Motor Indonesia yang juga memegang merek Hong Yan.

Di Indonesia, MG akan beroperasi dengan merek Cina lainnya yang telah diluncurkan, seperti Wuling dan DFSK, untuk merebut konsumen domestik. Meskipun ini adalah merek baru di Indonesia, MG Motor telah merencanakan untuk memiliki setidaknya 25 jaringan penjualan dan purna jual yang akan menyebar ke seluruh Jawa hingga akhir tahun 2020.

About the Author: