Dari Karawang untuk Dunia TheGasPol.com

By | 2019-03-28T10:46:46+00:00 March 28th, 2019|Velg Mobil|

Pada tahun 1973 bisnis Honda dibentuk di negara ini. Pilot pabrikan otomotif Soichiro Honda memiliki perwakilan perusahaan di Indonesia melalui kehadiran PT Prospect Motor, yang mendistribusikan mobil Honda kepada konsumen.

Tahun demi tahun, PT Prospect Motor, yang diawasi oleh prinsipal Honda Motor Co Ltd, akhirnya bergabung menjadi tepat dua puluh tahun yang lalu menjadi PT Honda Prospect Motor. Kepemilikannya dibagi menjadi 51% dimiliki oleh Honda Motor Co Ltd dan 49% dimiliki oleh PT Prospect Motor.

Kali ini Honda ingin lebih serius dalam mengembangkan bisnisnya di Indonesia, sejumlah langkah telah disiapkan. Investasi sebesar Rp 4,2 triliun dikeluarkan untuk pembuatan fasilitas produksi yang lebih memadai di Karawang, Jawa Barat.

Persiapan dan masa konstruksi pabrik selesai pada tahun 2002, pada tahun 2003 PT Honda Prospect Motor memulai produksi pertamanya, Honda Freed dan diikuti oleh model-model Honda lainnya seperti Honda CR-V, Honda Stream dan Honda Jazz.

Seiring waktu dan meningkatnya permintaan untuk produksi mobil independen, PT Honda Prospect Motor kemudian menambahkan lebih banyak fasilitas produksi di area yang sama pada 2012. Dua tahun kemudian, pada 2014, pabrik mulai beroperasi.

Saat ini dua pabrik PT Honda Prospect Motor di Karawang terdaftar sebagai melaksanakan kegiatan produksi untuk Honda Brio, Honda Mobilio, Honda BR-V, Honda Jazz, Honda HR-V dan Honda CR-V. Sepanjang perjalanannya, HPM juga telah meningkatkan konten lokal dalam produksinya hingga mencapai 89% pada tahun 2019.

Kuota produksi fasilitas perakitan PT Honda Prospect Motor di Karawang 1 dan 2 kini mencapai 200.000 unit per tahun. Selain memenuhi kebutuhan kendaraan domestik, PT Honda Prospect Motor juga memproduksi untuk kebutuhan kendaraan di luar negeri, atau dengan kata lain ekspor.

Honda Freed menjadi produk pertama Karawang yang dikirim ke Singapura, Malaysia, Thailand, dan Brunei Darussalam pada 2009. Diikuti oleh All New Honda Brio yang pada 26 Maret 2019 diumumkan akan dikirim ke Vietnam dan Filipina pada tahun bentuk setir kiri bertepatan dengan perayaan usia ke-20 PT Honda Prospect Motor di Indonesia.

Selain mengekspor kendaraan dalam bentuk penuh, PT Honda Prospect Motor juga melakukan kegiatan ekspor untuk komponen mesinnya. Ekspor komponen ini telah dilakukan sejak 1992 ketika PT Prospect Motor masih diidentifikasi di berbagai negara di dunia. Diantaranya adalah Jepang, Thailand, Malaysia, India, Pakistan, Filipina, Vietnam, Brasil, Argentina, Meksiko dan Taiwan.

Setiap tahun, pengiriman komponen dari dalam ke luar negeri terus tumbuh. Ini ditunjukkan dalam jumlah kontainer yang diekspor Honda melalui Pelabuhan Peti Kemas Tanjung Priok setiap tahun. Pada tahun 2018, PT Honda Prospect Motor mencatat 10.000 kontainer komponen yang dikirim ke luar negeri dengan nilai nominal Rp3 triliun.

Masayuki Igarashi sebagai Chief Operating Officer untuk Operasi Regional (Asia & Oseania) Honda Motor Co., Ltd. dan Presiden dan CEO Asian Honda Motor Co., Ltd. mengatakan, Indonesia adalah pasar yang penting untuk bisnis Honda, dan Indonesia juga telah menjadi kontributor utama penjualan Honda di wilayah Asia dan Oseania. Untuk mewujudkan komitmen kami terhadap pasar Indonesia, kami telah meningkatkan investasi melalui pembangunan berbagai fasilitas dan menghasilkan beberapa model yang dikembangkan khusus untuk konsumen Indonesia.

Sementara itu, Takehiro Watanabe sebagai Presiden Direktur PT Honda Prospect Motor mengatakan, selama 20 tahun, HPM terus berupaya untuk menjadi perusahaan yang diinginkan oleh rakyat Indonesia. Indonesia adalah salah satu contoh ideal yang menggambarkan kebijakan produksi Honda, yaitu ‘melakukan produksi di mana ada permintaan, dengan mengoptimalkan sumber daya lokal & # 39 ;. Kami percaya bisnis Honda di Indonesia akan terus memberikan kontribusi positif bagi industri dan masyarakat di negara ini.

Baik dalam bentuk kendaraan utuh dan komponen, PT Honda Prospect Motor selama dua dekade telah membuktikan kinerjanya dalam memberikan produk dan komponen yang kompetitif dan dapat diterima ke pasar internasional. Ini sesuatu yang bisa dibanggakan, produk dalam negeri buatan Karawang untuk dunia.

About the Author: