Daya Beli Turun, Mitsubishi Tetap Optimis

By | 2019-10-08T07:52:25+00:00 October 8th, 2019|Velg Mobil|

Pada 2019, Mitsubishi Menargetkan 150 Ribu Unit Penjualan – Agaknya, penjualan kendaraan, terutama di segmen mobil pada 2019, belum menunjukkan tren positif. Tidak hanya itu, tetapi fakta ini juga mendorong Gaikindo untuk melakukan perubahan terkait target penjualan awal 1,1 juta pada 2019 menjadi 1 juta unit. Hal ini diyakini dicurigai karena melemahnya daya beli masyarakat.

Selain itu, penurunan angka penjualan pasar otomotif nasional secara keseluruhan juga secara langsung mempengaruhi PT MMKSI sebagai agen penjualan mobil Mitsubishi di negara. Di mana, untuk saat ini penjualan pabrikan Jepang dari yang satu ini masih didominasi oleh dua pahlawan, yaitu Xpander dan Pajero Sport.

Pada 2019, Mitsubishi Menargetkan 150 Ribu Unit Penjualan

"Jadi, untuk Januari hingga Agustus Pajero Sport masih mendominasi 69 persen, Xpander 28 persen atau 44 ribu," kata Wakil Kepala Grup Perencanaan & Komunikasi PT MMKSI, Intan Vidiasari, ketika ditemui di Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT), beberapa waktu lalu.

Selain itu, Intan sendiri juga mengungkapkan secara terbuka bahwa untuk 2019 grafik penjualan sangat menantang. Bukan tanpa alasan, mengingat prediksi bahwa penjualan mobil akan kembali normal setelah pemilu sepertinya tidak menjadi kenyataan. Ini menunjukkan bahwa indikasi penurunan penjualan tidak berarti semata-mata karena masalah pemilu.

"Kami juga sudah melakukan diskusi internal, apa yang perlu diperbaiki pangsa pasar atau target pangsa. Namun, belum ada keputusan, dan itu tetap dengan target sebelumnya," kata Intan.

"Tapi biasanya, pada akhir tahun orang akan menunggu program penjualan dari APM. Biasanya ada program untuk menutup tahun sehingga stok kendaraan dihabiskan. Karena juga di awal tahun ada perubahan dalam harga (biasanya), "pungkasnya.

Di satu sisi, Mitsubishi sendiri masih terus meningkatkan penjualan dengan optimisme tinggi. Jadi, tidak heran meskipun daya beli masyarakat menurun, Mitsubishi tidak terlalu khawatir.

About the Author: