Fortuner Konsisten Jadi Andalan Ekspor Toyota TheGasPol.com

By | 2019-05-10T06:06:49+00:00 May 10th, 2019|Velg Mobil|

Di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi global, ekspor mobil Toyota CBU (Completely Build Up) yang dilakukan oleh PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) berhasil meningkat 2% dengan volume 46.130 unit. Jumlah ini lebih dari volume tahun lalu yang mencapai 45.350 unit.

Toyota Fortuner berkontribusi pada angka ekspor tertinggi, hingga 11.165 unit 24% dari total ekspor mobil CBU Toyota. SUV (Sport Utility Vehicle) yang dibuat oleh PT TMMIN Karawang Factory 1 menerima respons pasar positif di negara-negara GCC (Gulf Cooperation Council), Amerika Selatan dan ASEAN.

"Selama 5 tahun terakhir, Fortuner secara konsisten menjadi model SUV yang merupakan kontributor terbesar bagi kinerja ekspor Toyota Indonesia," kata Bob Azam, Direktur Administrasi, Korporasi, dan Hubungan Eksternal di PT TMMIN.

Selain itu, TMMIN juga berhasil mengekspor model Rush SUV kecil sebanyak 8.800 unit atau 19% dan model hatchbatck Agya dengan volume 8.600 unit, atau sekitar 18% berkontribusi terhadap pertumbuhan ekspor.

Model CBU lainnya bermerek Toyota seperti Vios (5.500 unit), Avanza (5.780 unit), Town Ace / Lite Ace (3.715 unit), dan Kijang Innova, Sienta, dan Yaris dengan total (2.570 unit) juga berkontribusi terhadap kinerja kuartal pertama.

Selain mengirimkan kendaraan bermerek Toyota yang utuh, TMMIN juga mengirimkan kendaraan CKD (semi-finish / Complete Knock-Down), mesin utuh, dan komponen kendaraan. Hingga Maret 2019, TMMIN berhasil mengekspor 9.900 unit CKD, 25.750 unit mesin bensin keseluruhan, 2.360 unit mesin utuh etanol, dan 26 juta unit komponen kendaraan.

"Pada 2019, Toyota menargetkan pertumbuhan ekspor lebih dari 5% meskipun situasi ekonomi makro dunia masih tidak menentu. Kami saat ini fokus mencari pasar ekspor non-tradisional baru untuk mencapai target ini," tambah Bob Azam

About the Author: