Harga Mobil Daihatsu Meningkat

By | 2020-04-09T12:45:42+00:00 April 9th, 2020|Velg Mobil|

Daihatsu mulai menaikkan harga mobil – Penguatan Dolar terhadap nilai Rupiah di angka Rp 16 ribu, tampaknya berdampak pada dinamika harga jual di industri otomotif nasional. Bukan tanpa alasan, ini tentu akan menjadi referensi bagi sebagian besar produsen otomotif di Indonesia untuk merevisi harga.

Namun, sepertinya salah satu agen pemegang merek mobil di Indonesia, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) sendiri telah memberikan kepastian bahwa pihaknya belum merevisi harga meskipun rupiah saat ini sedang melemah terhadap Dollar.

Daihatsu mulai menaikkan harga mobil

"Kenaikan harga Daihatsu, tapi itu bukan karena dolar tetapi karena biofuel, karena pada Januari kami menaikkan berdasarkan perkiraan, sekarang tabel sudah keluar. Jadi kami menghitung ulang dan menyesuaikannya berdasarkan tabel asli, "kata direktur Pemasaran ADM, Amelia Tjandra di Jakarta, baru-baru ini pada awal April 2020.

Dengan kata lain, kenaikan harga mobil Daihatsu bukan karena nilai rupiah yang melemah. Melainkan penyesuaian dengan biaya biofuel yang saat ini mengalami perubahan sejak ditetapkan oleh pemerintah.

"Pada Januari kami naik kurang dari yang seharusnya dibebankan ke konsumen. Sekarang pembeli baru mendapatkan harga pajak baru. Kenaikan Daihatsu Sigra Rp1 juta sama dengan Gran Max dan Luxio. Untuk Xenia Rp. 2,1 juta dan Terios Rp. 1,5 juta, "jelas Amel.

Di sisi lain, dengan penguatan dolar terhadap dolar, tampaknya juga masih menjadi faktor fase PT ADM untuk merevisi harga. Hanya saja, tidak untuk saat ini mengingat masih akan melihat dan menghitungnya dalam 2 hingga 2 bulan ke depan.

"Ada yakin kami akan menyesuaikan dari waktu ke waktu, tetapi sekarang kami masih mengamati. Terlalu dini, belum sebulan. Biasanya kami mengamati setidaknya 2 hingga 3 bulan apakah angka ini akan terus melambung," tambah wanita yang akrab dipanggil Amel.

Sementara itu, mengingat kondisi wabah pandemi Covid-19 yang saat ini berkecamuk di Indonesia, tentu saja berdampak kuat pada regulasi penjualan dan produksi mobil Daihatsu. Bahkan, ini juga mempengaruhi nilai tukar rupiah. Meski begitu, Daihatsu ingin memastikan dan berharap bahwa, setelah wabah virus Corona mereda, rupiah akan menjadi stabil sehingga tidak perlu merevisi harga mobil Daihatsu.

About the Author: