Hino Berbicara Setelah Insiden Fatal di Tol Cipularang Km 91 TheGasPol.com

By | 2019-09-13T15:07:33+00:00 September 13th, 2019|Velg Mobil|

Bencana di Tol Cipularang yang melibatkan kecelakaan hingga 21 mobil dengan 8 orang tewas pada Senin (2/9) kemudian disebabkan oleh kelalaian pengemudi truk sampah Hino. Atas kejadian ini, manajemen PT Hino Motor Sales Indonesia (HMSI) merespons kejadian tersebut.

Melalui Direktur Penjualan & Promosi HMSI, Santiko Wardoyo, ia menyatakan keprihatinannya atas insiden tersebut. "Kami sangat prihatin dengan kecelakaan itu. Atas nama manajemen dan keluarga besar Hino Indonesia, kami sangat menyesal dan menyesal atas hilangnya nyawa dan cedera. Semoga tempat terbaik diberikan oleh pihak-Nya, dan keluarga-keluarga yang tertinggal diberi ketabahan, "katanya.

Hino juga mengatakan bahwa dalam insiden itu dua unit truk sampah dengan nomor polisi B 9763 UIT dan B 9410 UIU dalam penyelidikan bersama dengan Polisi ditemukan dalam kondisi yang tidak menyebabkan kerusakan baik pada sistem kemudi maupun pengereman. Oleh karena itu, penyebab insiden fatal di Jalan Tol Cipularang Km 91 dapat disimpulkan bahwa itu murni kesalahan pengemudi dan beban berlebih (perusahaan angkutan), mengingat kontur jalan turunannya.

Senior Executive Technical & Service Officer HMSI, Irwan Supriyono mengatakan, "Tim kami telah memeriksa dua unit di Situs Prosedur Pidana (TKP). Temuan di lapangan menunjukkan bahwa semua sistem rem dan kemudi pada kedua truk berada dalam standar. nyatakan dan berfungsi secara normal (tidak gratis). "

"Kami mendesak pengemudi untuk mengoperasikan kendaraan sesuai dengan syarat dan ketentuan jalan. Karena jika kendaraan dengan muatan penuh digerakkan dengan kecepatan tinggi, terutama di jalan menurun, tentu saja akan sangat sulit dikendalikan. Gaya gravitasi menghasilkan momentum kendaraan yang lebih besar, sehingga pengereman menjadi berat terutama ketika hanya mengandalkan rem kaki (pedal rem) "Tambah Irwan.

Santiko menambahkan, jika semua pengecekan kendaraan dilakukan dan tahap pengereman dilakukan, maka keselamatan berkendara dapat ditingkatkan. Dan yang paling penting adalah aturan yang dipatuhi terutama kecepatan dan muatan kendaraan. Jangan memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi, terutama di jalan menurun.

About the Author: