Work Wheels Official

Tidak dapat dipungkiri bahwa ancaman kecelakaan di jalan raya sangat besar dan sering terjadi. Terlebih sering terjadi tabrakan, terutama di jalan yang ramai. Sekalipun semua pengemudi memperhatikan jarak aman, kejadian ini bisa dihindari. Pemicu kecelakaan di jalan berbeda-beda. Namun, kelalaian pengemudi seringkali menjadi penyebabnya. Misalnya mengabaikan jarak berkendara yang aman sehingga berpotensi menabrak kendaraan di depannya yang tiba-tiba melambat.

Berapa jarak berkendara yang aman, dan apa batasannya?

Jarak aman berkendara sebenarnya mengacu pada jarak minimum antara satu kendaraan dan lainnya. Bisa diasumsikan, jika berada pada jarak ini, pengemudi masih bisa bereaksi saat kendaraan di depannya melambat atau berhenti tiba-tiba. Ini sebenarnya telah menjadi aturan mengemudi yang diberlakukan. Menurut Pasal 62 PP no. 43 Tahun 1993 tentang Tata Cara Lalu Lintas, pengemudi wajib menjaga jarak dengan mobil yang ada di depannya. Aturan-aturan tersebut tentunya dibuat dengan tujuan positif yaitu menjaga keselamatan jalan raya. Ini memang dimungkinkan dengan menjaga jarak aman. Saat berada dalam jarak aman, pengemudi dapat menghindari tabrakan dari belakang saat kendaraan di depan berhenti atau tiba-tiba melambat. Anda bisa menginjak rem dan mobil masih bisa dihentikan.

Berapa jarak mengemudi yang aman?

Berapa jarak berkendara yang aman patut dipertanyakan. Berkaitan dengan hal tersebut, ada beberapa versi jarak aman yang bisa diikuti. Namun, meski memiliki parameter berbeda, semuanya bisa dijadikan acuan saat berkendara.

A. Jarak Aman Berdasarkan Jangkauan

Sesuai dengan namanya, jarak aman ini didasarkan pada jarak dari satu mobil ke mobil lainnya. Namun, jarak tersebut tidak dapat ditentukan dengan mudah. Pasalnya, kecepatan mobil dinilai mempengaruhi penentuan jarak aman. Jika mobil lebih cepat tentu akan membutuhkan waktu lebih lama untuk berhenti. Yang benar justru sebaliknya. Namun, pedoman jarak aman berikut ini bisa dijadikan patokan:

  • 30 km per jam (kpj): 30 meter.
  • 40 kpj: 40 meter.
  • 50 kpj: 50 meter.
  • 60 kpj: 60 meter.
  • 70 kpj: 70 meter.
  • 80 kpj: 80 meter.
  • 90 kpj: 90 meter.
  • 100 kpj: 100 meter.

B.Jarak Aman Berdasarkan Rentang Minimum

Panduan jarak aman lainnya dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan. Mereka mengatakan ada jarak minimum yang harus dipatuhi oleh pengemudi untuk memastikan keselamatan jalan raya. Jarak minimum mengacu pada jarak dari satu mobil ke mobil lainnya. Jadi, dalam kondisi apapun, area tersebut harus selalu kosong dan tidak boleh diisi oleh kendaraan lain jika ingin perjalanan yang aman. Sama seperti sebelumnya, penentuan jarak aman didasarkan pada kecepatan mobil. Berikut panduannya:

  • 30 kpj: 15 meter.
  • 40 kpj: 20 meter.
  • 50 kpj: 25 meter.
  • 60 kpj: 40 meter.
  • 70 kpj: 50 meter.
  • 80 kpj: 60 meter.
  • 90 kpj: 70 meter.
  • 100 kpj: 80 meter.

C. Jarak Aman Berdasarkan Perbedaan Waktu

Ini adalah jarak aman yang direkomendasikan yang paling sering digunakan. Banyak instruktur keselamatan berkendara menggunakan perbedaan waktu dengan mobil di depannya sebagai patokan jarak aman. Mereka setuju dengan penentuan rentang tiga detik. Jadi idealnya mobil berada tiga detik di belakang mobil di depannya. Penentuan tiga detik diambil berdasarkan waktu reaksi manusia dan reaksi mekanis dalam kondisi ideal. Diketahui bahwa manusia membutuhkan sekitar 1 hingga 1,5 detik untuk bereaksi. Misalnya, Anda menginjak rem saat menyadari kendaraan di depan melambat. Dibutuhkan setidaknya 1 detik. Sedangkan reaksi mekanisnya lebih cepat. Suku cadang mobil dapat bereaksi dalam 0,5 hingga 1 detik setelah menerima instruksi. Dengan kata lain, dibutuhkan setidaknya 0,5 detik untuk memperlambat pengereman setelah pedal rem ditekan. Dengan demikian, jeda waktu tiga detik dianggap aman untuk bereaksi. Waktu dari mendeteksi ancaman ke depan hingga memberi waktu pada komponen pengereman mobil untuk menghentikan mobil sudah cukup.

Tips Menghitung Jarak Aman

Menghitung jarak aman berdasarkan jarak tidaklah mudah. Sulit untuk memperkirakan jarak sebenarnya dari mobil di depan. Namun, ada tips untuk mempermudah penghitungan. Lihat roda belakang mobil di depan. Pastikan mata Anda bisa melihat roda bertumpu di tanah. Jika Anda bisa melihatnya, kemungkinan besar Anda berada dalam jarak yang aman. Sedangkan kalau mau pakai acuan jarak aman berdasarkan perbedaan waktu, caranya gampang. Coba cari benda statis di pinggir jalan sebagai aturan. Misalnya tiang listrik. Perhatikan saat Anda menghitung selama tiga detik setelah ban belakang mobil di depan melewatinya. Idealnya, mobil Anda melewati benda yang sama dalam hitungan itu. Itulah jarak aman yang bisa dijadikan patokan.

Di manakah penghitungan jarak aman yang ingin Anda gunakan? Apapun itu, semuanya penting untuk memastikan keselamatan jalan raya.

Leave a Reply

Open chat
Halo Maxbro!!!
OTOMAX DISKON VELG MOBIL ???? BISA KREDIT LOH!
Ring 15 : Cuma 3.6Jt
Ring 16 : Cuma 4.3Jt
Ring 17 : Cuma 4.9Jt
Ring 18 : Cuma 5.9Jt

Sudah FREE ++
- Pemasangan
- Spooring
- Nitrogen
- Balancing
- Pentil
- Disc Baut Variasi
- Disc Centering

Kami menyediakan berbagai merk ban :
Pirelli | Yokohama | Michelin | Falken | Continental | Maxxis | Nangkang | Kumho
Accelera | Achilles | Bridgestone | Dunlop | GT Radial | Hankook | Kanati
_
Disini Promonya ?? :
https://linktr.ee/otomaxstore
_
*Jabodetabek | Home Credit
*Luar jabodetabek bisa pakai cicilan Marketplace (Kredivo, Akulaku Dll)
Periode Promo 01 Desember - 31 Desember 2020