Honda Masih Tidak Akan Ingin Aliansi dengan Merek Lain

By | 2020-01-03T15:25:46+00:00 January 3rd, 2020|Velg Mobil|

Honda Masih enggan Membangun Aliansi dengan Pabrik Lain – Membangun aliansi antara pabrik-pabrik otomotif tampaknya saat ini menjadi tren di kalangan pelaku / produsen otomotif. Ini dibuktikan dengan fakta bahwa beberapa produsen telah mulai menjalin aliansi, seperti Mitsubishi-Nissan-Renault, VW Group, dan banyak AI.

Satu hal yang mendasari aliansi ini tentu saja sebagai langkah untuk menemukan ide besar untuk menciptakan konsep kendaraan terbaru untuk pasar. otomotif dunia. Tidak hanya itu, bahkan dengan pembentukan aliansi dapat mengurangi biaya penelitian per produsen karena mereka dapat bertukar teknologi dan berbagi platform. Jadi, tidak ada ruginya.

Honda masih enggan membentuk aliansi dengan pabrik lain

Namun, satu pabrikan Jepang, Honda, melihat aliansi itu sebagai sesuatu yang berbeda. Alasannya, melalui berita yang dikutip dari Autonews.com, dinyatakan bahwa pihaknya mengklaim bahwa masih belum ada keinginan untuk bersekutu dengan produsen lain. Pernyataan ini diungkapkan langsung oleh Presiden Honda Motor, yaitu Takahiro Hachigo.

Dalam pernyataan terperinci, Takahiro mengatakan bahwa Honda tidak ingin memiliki pengaruh besar dari pabrikan lain dalam hal pengambilan keputusan, terutama terkait dengan pengembangan teknologi kendaraan. Menurutnya, aliansi itu justru akan menghambat Honda dalam mengembangkan pasar dan teknologi kendaraan. Oleh karena itu, Takahiro menegaskan bahwa dia tidak akan membentuk aliansi dengan produsen lain seperti yang dilakukan beberapa pesaingnya.

Meski begitu, Honda sebenarnya membuka jalinan kolaborasi dengan pabrikan lain atau kerja sama, bukan ikatan modal yang digunakan sebagai fondasi dalam aliansi. Seperti jalinan kerjasama dengan General Motors (GM), yang saat ini dikenal berkolaborasi dalam mengembangkan teknologi sel bahan bakar hidrogen dan komponen mobil listrik.

Dengan kata lain, Honda masih enggan membentuk aliansi dengan merek / pabrikan otomotif lainnya. Hanya saja pabrikan Jepang masih membuka peluang bagi pabrikan lain dalam pengembangan teknologi tetapi tidak memengaruhi pengambilan keputusan. Tentu saja, prinsip Honda adalah idealisme bagi pabrikan Jepang dalam mempertahankan gerakannya di dunia otomotif global.

About the Author: