Hyundai Menyumbangkan APD 8,2 Miliar untuk Tenaga Medis TheGasPol.com

By | 2020-04-13T10:09:05+00:00 April 13th, 2020|Velg Mobil|

PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) hari ini mengumumkan komitmennya untuk menyediakan sebanyak 50.000 set alat pelindung diri (APD) senilai Rp 8,2 miliar untuk tenaga medis yang akan dilakukan secara bertahap. Pada fase pertama distribusi bantuan hari ini, Hyundai telah mengirimkan 10.000 pakaian Alat Pelindung Diri langsung ke Badan Penanggulangan Bencana (BNPB). 40.000 set APD lainnya, termasuk 10.000 sarung tangan dan masker akan diberikan secara bertahap ke BNPB. Untuk mendukung pemerintah Indonesia dalam mengidentifikasi kasus-kasus potensial, Hyundai juga akan menjajaki rencana untuk membawa penerapan uji Drive-Thru sebagai upaya untuk membantu menangani COVID-19 di Indonesia.

Petugas medis sedang berjuang di garis depan dalam upaya untuk menangani wabah COVID-19, yang menempatkan mereka pada risiko tinggi terkena virus. Karena itu, Hyundai memutuskan untuk menyumbangkan APD, yang terdiri dari pakaian medis, masker dan sarung tangan. Peralatan pelindung pribadi ini nantinya akan menjadi garis pertahanan pertama bagi personel medis dalam menangani wabah COVID-19.

Upacara serah terima tersebut diadakan di Badan Penanggulangan Bencana Nasional GRAHA – Jakarta Timur dan dihadiri oleh Zahermann Muabezi sebagai Kepala Badan Hukum, Organisasi dan Kolaborasi BNPB. YoungTack Lee, sebagai Presiden Hyundai Motor Asia-Pacific HQ dan KangHyun Lee sebagai Wakil Presiden Hyundai Motor Asia-Pacific HQ. YoungTack Lee kemudian menyerahkan bantuan PPE dari 10.000 pakaian medis langsung ke Zahermann Muabezi. Sebanyak 40.000 set APD akan dialokasikan ke pemerintah pusat yang merupakan pusat pandemi di Indonesia dalam beberapa tahap, sementara 10.000 set APD lainnya akan dialokasikan ke Jawa Barat yang juga merupakan lokasi di mana Hyundai Motor Manufacturing Indonesia berada. terletak.

Melihat kelangkaan dan kesulitan yang dihadapi oleh staf medis dalam mendapatkan akses ke pasokan medis, bantuan ini diharapkan dapat membantu mereka untuk berurusan dengan COVID-19 tanpa mereka harus khawatir tentang risiko keselamatan mereka.

Selain itu, Hyundai juga menyadari dampak pandemi COVID-19 terhadap perekonomian dunia, termasuk Indonesia. Oleh karena itu, untuk mendorong pergerakan ekonomi dan juga mendukung ekonomi lokal di tengah-tengah situasi yang menantang ini, bantuan APD ini secara khusus dipesan oleh Hyundai dari perusahaan APD lokal dan diproduksi langsung di Indonesia.

Kepala Biro Hukum, Organisasi, dan Kolaborasi BNPB, Zahermann Muabezi menyatakan, "Kami sangat menghargai upaya Hyundai yang telah menunjukkan empati untuk mendukung kami dan tenaga medis Indonesia yang memiliki paparan risiko tinggi terhadap COVID-19 dalam memperoleh akses untuk pasokan perlindungan medis. Sumbangan ini adalah apa yang saat ini kita butuhkan untuk terus menyelamatkan nyawa, karena kita tidak dapat menghentikan pandemi ini tanpa melindungi tenaga medis terlebih dahulu.

Ditemui pada upacara serah terima, Young Tack Lee, Presiden Kantor Pusat Hyundai Motor Asia-Pasifik, mengatakan, "Kami sangat menghargai tenaga medis yang telah berjuang di barisan depan untuk memperjuangkan keselamatan pasien COVID-19. Kami berharap bahwa kami Bantuan APD dapat secara signifikan membantu tenaga medis di Indonesia untuk memerangi krisis COVID-19 dan meningkatkan ekonomi lokal untuk terus tumbuh. "

"Adalah nilai dan tanggung jawab Hyundai untuk membantu masyarakat dan lingkungan, terutama dalam situasi yang tidak pasti ini. Peran Hyundai bukan hanya transportasi otomotif, tetapi kami juga memainkan peran penting dalam masyarakat. Dan sebagai perusahaan yang singkatan dari kemajuan masyarakat, kami akan melakukan apa yang kami bisa untuk terus mendukung mereka yang berada di garis depan serta masyarakat dalam perang melawan COVID-19, "tambah Lee.

Menyadari pentingnya pemeriksaan berskala besar dan efektif sebagai tanggapan terhadap pencegahan penyebaran COVID-19, Hyundai juga menjajaki upaya untuk mendukung pemerintah Indonesia dalam meratakan kurva COVID-19 dengan mengadopsi uji Drive-Thru sebagai metode inovatif, yang juga telah berhasil diterapkan di Korea Selatan sebelumnya.

About the Author: