Work Wheels Official

Karena pandemi Corona belum berakhir, pameran GIIAS 2020 secara resmi ditunda

Acara Tahunan GIIAS 2020 Ditunda Secara Resmi – Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, baru-baru ini dilaporkan bahwa agenda untuk acara GIIAS 2020 secara resmi ditunda. Ini tentu tidak lepas dari dampak virus Corona yang kini masih marak di Indonesia.

Terkait hal ini, dalam hal ini Ketua GAIKINDO, Yohannes Nangol mengatakan bahwa ini karena jika pameran otomotif tahunan dijadwalkan mendekati periode pemulihan pasar yang diharapkan, yaitu sekitar Juli 2020.

Acara Tahunan GIIAS 2020 Ditunda Secara Resmi

"Berdasarkan perkiraan Gaikindo, pandemi mulai membaik pada Juni 2020 dan kemudian pada Juli 2020 kondisi keseluruhan mulai kembali normal, termasuk kondisi ekonomi Indonesia," katanya dalam pernyataan tertulis, Selasa (6/6). 5/5/2020).

Untuk alasan ini, jelas bahwa Gaikindo sendiri telah membuat beberapa keputusan penting terkait dengan pameran otomotif GIIAS 2020. Salah satunya adalah dengan menggeser jadwal pameran ke September dan Oktober 2020.

Secara terperinci, GIIAS Surabaya 2020 akan diadakan pada awal September 2020 yang berlokasi di Grand City Convex Surabaya. Maka, harap dicatat bahwa GIIAS ke-28 akan dibuka mulai 22 Oktober hingga 1 November 2020 di ICE.

"Kami harus melakukan penyesuaian untuk fokus pada memenuhi kebutuhan industri dan terus memprioritaskan keselamatan dan kenyamanan pengunjung. Kami mencapai kesimpulan bahwa mengubah tanggal acara adalah pilihan terbaik," kata Ketua III Gaikindo dan ketua penyelenggara pameran GIIAS, Rizwan Alamsjah.

Di satu sisi, untuk masalah penerapan GIIAS di Makssar dan GIIAS Medan, Nangoi sendiri menjelaskan bahwa acara tersebut nantinya akan dirilis pada tahun 2021. Ini tentunya merupakan langkah terbaik dalam menghadapi kondisi yang saat ini melanda di Indonesia karena adanya Pandemi virus corona.

GIIAS 2020 Dikonfirmasi akan Dibuka pada 7 Agustus

"Kita harus berpikir ke depan bahwa berbagai faktor harus diprioritaskan, seperti kesehatan dan keselamatan masyarakat, dan kondisi ekonomi negara. Selain itu, kita juga harus memikirkan kepentingan industri otomotif yang memerlukan waktu untuk pemulihan , tetapi juga membutuhkan arena untuk bangkit kembali, "kata Nangoi.

Leave a Reply