Kopi, Nyaman, dan Realitas Virtual TheGasPol.com

By | 2019-01-28T07:54:35+00:00 January 28th, 2019|Velg Mobil|

Namanya mungkin benar-benar cewek, tetapi She's Mercedes Café sangat terbuka untuk siapa saja yang ingin beristirahat sejenak dari lalu lintas sibuk T.B. Simatupang.

Setengah berbalik, dia mengambil cappuccino yang siap di depan barista. Lalu dia berdiri kembali di depanku yang menatap isi cangkir hitam di tangannya.

Aromanya sangat menggoda pada saat yang sudah memasuki sore hari. Di atas cangkir saya bisa melihat logo bintang berujung tiga yang digambar dengan sempurna. "Pesan saja kalau kamu mau," kata si Kaukasia, menatap tajam ke mata.

Rasakan sedikit demi sedikit kopi di tangannya. Dia sepertinya sangat menikmati kopi. Secara alami, mungkin energinya telah turun karena sejak pagi hari saya harus mengawasi acara penting untuk perusahaannya: peluncuran mobil baru, open house kantor baru, dan jangan lupa akan pembukaan tempat ini, She Mercedes Café.

"Tidak hanya untuk wanita, kami mengharapkan siapa pun datang ke sini," kata pria bernama Roelof Lamberts, yang tidak lain adalah Presiden dan CEO PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia.

Dia dengan sabar menjawab pertanyaan saya satu per satu. Termasuk keingintahuan di balik pendirian Mercedes She.

"Dia Mercedes sebenarnya adalah gerakan global kami untuk memberdayakan wanita. Di Indonesia, kami memiliki sejumlah besar konsumen wanita," lanjut Roelof.

"Ini tidak terbatas pada konsumen, tetapi mereka adalah penggemar mobil Mercedes-Benz. Mereka sering berkumpul bersama, bermain golf bersama. Kami sangat senang melihat semua itu."

Penjelasan membuat keputusan untuk mendirikan kafe ini menjadi cukup masuk akal. Tidak hanya wanita, tetapi sebagian besar kaum adam juga sangat menyukai apa yang mereka sebut nongkrong. Terutama di tempat yang nyaman dengan harga menu yang relatif kompetitif dengan tempat-tempat serupa di Jakarta Selatan.

Selama pembicaraan, Roelof sesekali melemparkan pandangannya ke sudut-sudut kafe yang memiliki desain modern. Kaca besar di bagian depan membuat bagian dalam kafe kurang cahaya. Saya pikir, cocok juga untuk dijadikan tempat kerja.

Dia belum menghabiskan kopinya ketika melanjutkan kisah bahwa salah satu inspirasi She Café Mercedes adalah sebuah kafe pop-up yang dia lihat di Ibiza. "Konsep pop up café sangat menarik. Kita bisa membuat konsep seperti ini di mana saja, selain di sini, mungkin juga di pusat perbelanjaan."

Kehadiran kafe ini juga dapat mendorong calon konsumen untuk memilih kendaraan Mercedes-Benz. Di dalamnya kita bisa melihat Presentasi Kendaraan Mercedes-Virtual. Presentasi ini memungkinkan pengunjung untuk mengalami mobil Mercedes-Benz baru melalui realitas virtual dan layar sentuh 60 inci.

Melalui headset Oculus Rift yang digunakannya, pengguna dapat merasakan interior visual dan eksterior kendaraan dalam kehidupan nyata.

Tetapi ketika saya berada di tempat ini, saya tidak membutuhkan alat seperti itu untuk melihat produk secara langsung. Karena di depan saya adalah Boost nyata Mercedes-Benz E 350 EQ yang diluncurkan hari itu.

Oiya, kafe She's Mercedes juga merupakan tempat yang tepat jika Anda ingin menemukan barang dagangan asli Mercedes-Benz. Mulai dari tas, pakaian, kendaraan mini, dan masih banyak lagi pernak pernik yang bisa ditemukan.

Tempat ini disebut-sebut sebagai Kafe Mercedes pertama di dunia. Tepatnya berada di gedung CIBIS Sembilan, Lantai Dasar, Unit F & G, Jl. T.B Simatupang, Jakarta Selatan. Memiliki luas 160 meter persegi, kafe ini siap menjadi pelarian Anda sejenak dari lalu lintas yang padat di daerah ini dengan jam operasional pukul 08:00 – 19:00 WIB (Senin – Jumat).

Pembicaraan saya dengan Roelof sore itu harus berakhir karena isi cangkir mulai mengering.

About the Author: