Lima Fakta Menarik Tentang Legenda F1 Niki Lauda TheGasPol.com

By | 2019-05-24T07:42:15+00:00 May 24th, 2019|Velg Mobil|

Pembalap legendaris, Niki Lauda menghembuskan nafas terakhir pada usia 70 pada hari Selasa (21/5) lalu. Lauda meninggal setelah perjuangannya melawan penyakit ginjal yang dideritanya dalam beberapa bulan terakhir.

Lahir di Wina, Austria, pada 22 Februari 1949, ia memulai karirnya sebagai pembalap sepeda motor dan memulai debutnya sebagai pembalap Formula 2 pada tahun 1971 dengan March Engineering. Setelah itu, ia bergabung dengan Ferrari pada tahun 1974 dan memenangkan balapan pertamanya dengan tim Italia di GP Spanyol.

Ia memperoleh karir yang gemilang di dunia balap sejak perolehan juara dunia yang ia menangkan pada 1975 dan 1977. Berikut adalah beberapa fakta menarik tentang Niki Lauda sepanjang karirnya di dunia balap dan bisnisnya.

Lauda mengalami kecelakaan yang hampir fatal di GP Jerman pada tahun 1976, di mana ia menderita luka bakar parah di wajah dan paru-parunya ketika kulitnya terbakar. Tetapi pembalap Austria legendaris itu melakukan comeback yang fantastis meskipun kehilangan dua balapan pada tahun 1976. Meskipun gagal memenangkan gelar pada tahun 1976 karena kehilangan satu poin dari pembalap McLaren, James Hunt, tetapi tahun itu adalah tahun kembali yang fantastis.
Kembali dari Pensiun Lauda telah memutuskan untuk pensiun dari balapan Formula 1 setelah mengalami dua musim yang gagal pada tahun 1978 hingga 1979. Tetapi ia memutuskan untuk kembali ke balapan Formula 1 pada tahun 1983 dan bergabung dengan McLaren. Kembalinya Lauda ke sirkuit balap adalah buah manis. Bersama McLaren, Lauda memenangkan gelar ketiganya di Formula 1, mengalahkan rekan setimnya Alain Prost dengan selisih 0,5 poin.
Mendirikan maskapai Autria Lauda Air pada tahun 1979 menjadi awal dari pekerjaannya di dunia bisnis. Penerbangan ini adalah penerbangan berbiaya terendah di Austria pada tahun 2003, hingga akhirnya pada tahun 2016, ia mengambil alih maskapai charter Austria dan mengubah namanya menjadi Laudamotion.
Lauda ditunjuk sebagai kepala tim Jaguar antara 2001 dan 2002, sebelum akhirnya ia ditunjuk sebagai ketua non-eksekutif Mercedes pada 2013 dan menjadi salah satu aktor sukses untuk membawa Lewis Hamilton ke tim Mercedes dan akhirnya memenangkan empat gelar juara dunia Formula 1 .
Anggota Dewan Direksi Mercedes AMG Powertrains dan penasihat khusus untuk Dewan Direksi Daimler AG.

Tidak banyak juga yang tahu bahwa pada awal karirnya sebagai pembalap, Niki Lauda tidak mendapatkan restu dari keluarga dekatnya. Tetapi tekad dan keseriusannya pada kompetisi balap kendaraan roda terbuka membuat namanya menjadi titik di mana ia menjadi legenda balap F1 di dunia dengan total nilai warisan F1 mencapai Rp 1,4 triliun di luar bisnis penerbangannya.

About the Author: