M Harris secara konsisten jatuh di kelas neraka meskipun Dewi Fortuna belum memihak TheGasPol.com

By | 2019-07-09T12:58:14+00:00 July 9th, 2019|Velg Mobil|

Kembali ke Indonesia Sentul Series of Motorsport (ISSOM) Putaran 2 2019, Muhammad Harris langsung melompat ke dua kelas berlabel & # 39; neraka & # 39; oleh pembalap, yaitu JSTC 1B (Japan Super Touring Championship) dan STCR 2 (Super Touring Car Racing). ) Tapi dewi Fortuna tidak memihak Harris.

Kualifikasi pada Sabtu (6/7) di Sirkuit Sentul memang membuahkan hasil yang memuaskan. Di kelas 1ST JSTC, Harris dan Honda Civic Ferio-nya berhasil mencapai posisi start ke-3 untuk hari berikutnya. Sementara di kelas STCR 2, ia berada di posisi ke-4.

Ketika balap JSTC 1B dimulai pukul 8:55 pagi, Minggu (7/7) Harris, yang berada di bawah bendera tim MHRT Supernova ORD, mulai dengan cemerlang. Kompetensinya diuji saat memasuki tikungan pertama atau R1 di Sirkuit Sentul, ia berhasil melewatinya dengan lancar harus harus bersaing dalam tikungan dengan pembalap lain.

Perlombaan berjalan sebanyak 10 putaran. Putaran demi putaran ia sangat ingin mencapai posisi terdepan melawan balap buatan Jepang lainnya yang tidak kalah kuat. Sayangnya, hambatan untuk relay pompa bensin tiba-tiba tidak berfungsi setelah tujuh putaran, memaksanya untuk berhenti.

Pada balapan kedua kelas STCR 2, yang sebaliknya bisa dikatakan lebih sadis. Beragam balap terbuat dari berbagai merek ada di sini. Persaingan sengit dengan saingan di kelasnya. Tetapi sekali lagi, nasib buruk menimpa Harris. Blok mesin Honda F20B DOHC VTEC yang digunakannya, tidak lagi mampu menahan kerasnya persaingan sehingga piston dan setang logam menembus keluar.

Harris juga dalam pembicaraan yang bertekad untuk kembali bertarung di seri 3 pada awal Agustus setelah mengganti komponen dapur di markas ORD MHRT Supernova.

Ini memang bukan debut pertamanya di acara ISSOM. Tahun lalu dia berpartisipasi di kelas yang sama dalam beberapa seri, tetapi dibatasi oleh pekerjaan dan layanan luar kota yang jadwalnya sering sama, sehingga Harris tidak dapat ikut serta dalam seri balap ISSOM 2018 secara keseluruhan.

Tahun ini, MHRT Supernova ORD menerima dukungan penuh dari berbagai praktisi lapangan di negara ini. Seperti Bumi Laut Group, HIPMI DKI Jakarta, Restoran Marannu Kelapa Gading, Ardena Food, dan Publichood Coffee.

Balapan bukan hanya soal menang atau kalah di lintasan bersama peserta lain. Untuk mencapai hasil terbaik, tentu ada proses yang harus dilalui serta pengaturan strategi yang matang. Tetap antusias untuk hasil yang diharapkan.

About the Author: