Memahami Ban Mobil RFT (Run Flat Tyre) atau SSR

By | 2019-09-13T22:35:29+00:00 September 13th, 2019|Velg Mobil|

Memahami Ban Mobil RFT (Run Flat Tyre) – Halo teman-teman, kembali lagi ke Om James di sini. Bagaimana kabarmu semua? Saya harap semuanya baik-baik saja. Ok, pada kesempatan ini Om James ingin memberikan sedikit informasi bagi pengguna mobil premium, yang mobilnya tidak memiliki ban cadangan, alias menggunakan ban RFT (Run Flat Tyre). Apa itu Run Flat Tire? Lebih lanjut tentang Om James bahas di bawah:

Apa itu RFT (Run Flat Tyre) atau Ban Runflat Pendukung Sendiri?

Perbedaan posisi Noramal dan Kempes Ban RFT

Sebelum masuk ke dalam diskusi, Om James akan memberikan sedikit sejarah pembentukan ban RFT (Run Flat Tyre). Lagipula bukan sejarah, tapi mengapa ban mobil RFT (Run Flat Tire) dibuat? Hehehe… Lihat di bawah:

Ban mobil konvensional atau yang sering kita lihat di jalan, biasanya memiliki dinding samping atau dinding ban yang lunak, fleksibel atau bisa dibilang sangat – sangat fleksibel. Ban mobil dengan dinding samping yang sangat fleksibel akan sangat berbahaya jika tiba-tiba robek atau patah ketika mobil dikendarai dengan kecepatan tinggi.

Hal-hal semacam itu memang sangat langka, bahkan kita sendiri tidak ingin itu terjadi pada kita. Benar? Yap, hal semacam itu akan sangat berbahaya, karena ban mobil dapat langsung dikempiskan dan mobil menjadi tidak terkendali.

Jika mobil sulit dikendalikan atau bahkan hilang kendali, apa yang akan terjadi selanjutnya adalah sesuatu yang – kami benar-benar tidak inginkan oleh semua orang. Mobil dapat mengenai pembatas jalan dan jika mobil didorong sangat, sangat tinggi, mobil dapat terguling. Sangat berbahaya!!

Nah, dari kasus yang sangat berbahaya seperti itulah pencetus pertama ban mobil RFT (Run Flat Tyre) yaitu Bridgestone mendapat ide membuat ban RFT.


Lalu Apa Itu Ban Mobil RFT (Run Flat Tyre)?

Contoh Potongan Ban RFT

Ban mobil RFT (Run Flat Tyre) adalah ban mobil teknologi khusus yang diciptakan untuk pertama kalinya oleh salah satu produsen ban mobil terbesar di dunia, Bridgestone. Jika Anda melihat dari luar atau secara fisik ban mobil RFT (Run Flat Tyre) sama dengan ban mobil konvensional.

Namun, yang membedakan ban RFT adalah, jika ban mobil konvensional memiliki dinding samping atau dinding ban yang sangat lunak, di sisi lain ban mobil RFT memiliki dinding samping yang cukup kuat dan kaku atau bisa dibilang keras. Dinding samping yang keras akan memiliki efek yang sangat – sangat berbeda.

Perbedaannya dapat dilihat langsung pada gambar berikut:

Jalankan Flat Tire

Ban mobil konvensional (Kiri)

Pada ban mobil konvensional yang memiliki dinding samping yang fleksibel atau lentur, ketika ban kehilangan tekanan angin atau kebocoran, ban akan secara otomatis turun ke titik maksimum dan tidak terlihat karena ditutupi oleh roda yang sudah mulai menyentuh jalan aspal.

Jika diibaratkan mobil yang dikendarai dengan kecepatan tinggi, roda mobil yang telah menyentuh aspal jalan sebelumnya, akan merusak cengkeraman atau traksi ban mobil terhadap jalan aspal. Ini tentu saja akan membuat mobil terpeleset karena roda mobil yang menyentuh jalan aspal bukan ban mobil.

Setelah tergelincir, mobil menjadi hilang kendali dan akhirnya booming. Hal yang paling tidak kita inginkan saat mengemudi akan terjadi.

Ban Mobil RFT (Kanan)

Sangat berbeda dengan ban mobil RFT. Ban mobil RFT memiliki dinding samping yang sangat keras, sehingga ketika ban mobil kehilangan tekanan angin atau bocor (Sama sekali tidak ada angin sama sekali di ban mobil). Ban tidak turun sampai habis, tetapi masih membentuk lingkaran, yang bila dilihat secara fisik hanya tampak seperti ban mobil yang tidak memiliki tekanan angin sendiri.

Selain ban mobil yang tidak langsung mengempis sepenuhnya, mobil yang menggunakan ban RFT biasanya dilengkapi dengan teknologi indikator TPMS (sistem pemantauan tekanan ban). Jadi, jika tiba-tiba ban kempes saat berkendara dengan kecepatan tinggi, indikator akan menyala dan berbunyi.

Ini bisa memberi peringatan kepada pengemudi untuk segera menurunkan kecepatan mobil, hingga maksimum penggunaan ban RFT yang 80km / jam. Nah, setelah itu selesai, hal berikutnya yang harus dilakukan oleh pengemudi adalah menemukan garasi terdekat untuk memeriksa kondisi ban.


Ban Mobil RFT Menawarkan Tingkat Efisiensi Untuk Mobil

Ban RFT Tidak Perlu Ban Cadangan

Selain memiliki kinerja dan keunggulan luar biasa untuk meningkatkan keselamatan pengemudi, teknologi RFT juga menawarkan keunggulan dalam hal efisiensi di dalam mobil. Mengapa demikian? Karena pada dasarnya mobil yang digunakan Ban RFT tidak lagi membutuhkan ban mobil cadangan.

Ban cadangan sangat dibutuhkan oleh mobil yang menggunakan ban konvensional. Sebab, ban konvensional saat bocor atau kempes, tidak bisa digunakan untuk berjalan lagi. Karena itu, mobil yang menggunakan ban konvensional harus membutuhkan ban cadangan, untuk sementara waktu mengganti ban yang bocor.

Lain cerita dengan mobil yang menggunakan ban RFT, ban RFT masih bisa digunakan untuk sekadar mencari bengkel terdekat yang berjarak kurang dari 80 km. Jadi, mengapa ada ban cadangan jika ban RFT masih bisa digunakan untuk berjalan ketika kempes?

Nah, dengan tidak adanya ban serep di mobil, otomatis kapasitas ruang bagasi mobil menjadi lebih besar. Tidak hanya itu, dengan tidak adanya ban cadangan, berat kendaraan menjadi semakin berkurang dan konsumsi bahan bahan bakar akan lebih efisien.


Mungkin itulah diskusi pertama tentang ban mobil RFT (Run Flat Tyre). Kritik dan saran dapat langsung ditulis di kolom komentar, dan jika ada pertanyaan Anda dapat langsung menulis juga di kolom komentar atau hubungi layanan pelanggan kami di WhatsApp di bawah ini 0857 1111 1475

About the Author: