Memperbaiki! Karena Corona, Yamaha Resmi Menghentikan Produksi Sepeda Motor

By | 2020-04-04T22:11:59+00:00 April 4th, 2020|Velg Mobil|

Sementara itu, Yamaha akhirnya menghentikan produksinya – Dampak virus Covid-19, yang sekarang menjadi pandemi di Indonesia, tentu memiliki dampak besar pada kegiatan produksi di segmen otomotif nasional. Itu membuat beberapa pabrikan otomotif di Indonesia terpaksa menghentikan sementara proses produksinya.

Hal ini seperti yang dilakukan oleh PT Yamaha Indonesia Motor Manufacaturing (YIMM), yang kabarnya telah secara resmi menghentikan kegiatan produksi untuk setiap produknya. Tentu saja, ini adalah langkah terbaik dalam menghadapi pandemi virus Corona yang kini semakin meluas dan mulai berdampak pada aktivitas pasar. otomotif di negara.

Sementara itu, Yamaha akhirnya menghentikan produksinya

Terkait hal ini, dalam hal ini Dyonisius Beti selaku Executive Vice President Director PT YIMM mengatakan bahwa memang keputusan ini didasarkan pada berbagai faktor dan pertimbangan yang cukup matang. Nah, salah satunya adalah karena mengikuti himbauan pemerintah pusat dan daerah dalam mengurangi potensi penyebaran virus korona.

"Sesuai dengan seruan Gubernur DKI Jakarta untuk mengurangi kegiatan ke tingkat minimum dalam upaya mencegah penyebaran virus korona, pabrik kami dihentikan sementara. Kami akan beroperasi lagi pada 20 April 2020," kata Dyonisius jelas ketika dia berada di Jakarta pada Jumat (3/4/2020).

Meski begitu, tampaknya layanan dan juga layanan purna jual masih berlangsung. Namun, YIMM sendiri mulai menerapkan berbagai penyesuaian untuk mengurangi tingkat kontak fisik antara satu sama lain atau lebih dikenal sebagai jarak sosial.

"Layanan di dealer masih seperti biasa. Tetapi bagi konsumen yang tidak bisa datang ke dealer, mereka dapat menghubungi dealer untuk melakukan pemesanan dan pembelian melalui telepon atau online. Untuk kegiatan layanan, Anda dapat menggunakan layanan kunjungan yamaha (SKY) , "kata ulasan yang diungkapkan oleh YIMM Public Relations, Antonius Widiantoro.

About the Author: