Mercedes-Benz Truck membuka kembali pabrik, keamanan diperketat oleh TheGasPol.com

By | 2020-07-13T10:35:27+00:00 July 13th, 2020|Velg Mobil|

Setelah mengikuti rekomendasi pemerintah untuk membatasi kegiatan manufaktur selama Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB), PT Daimler Kendaraan Komersial Manufacturing Indonesia (DCVMI) kini telah memulai kembali kegiatan manufaktur kendaraan komersial Mercedes-Benz di pabrik Wanaherang. Dengan mengikuti ketentuan markas Daimler AG. Kegiatan produksi telah kembali efektif pada awal Juni 2020.

"Kami senang dapat memulai kembali kegiatan produksi kendaraan komersial Mercedes-Benz setelah dihentikan untuk waktu yang lama. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk terus berkontribusi agar Indonesia terus bergerak dalam memenuhi kebutuhan ekonomi pelanggan dalam hal ini. masa transisi dengan memastikan pasokan produk kendaraan komersial Mercedes-Benz. Kegiatan operasional kami akan dilakukan secara terkoordinasi dan terjadwal untuk menyesuaikan kebijakan dan arah pemerintah daerah, "kata Tim Grieger, Presiden Direktur PT Daimler Commercial Vehicle Manufaktur Indonesia.

Untuk terus menciptakan rasa aman dan nyaman bagi karyawan, DCVMI menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus korona di lingkungan kerja. Semua kegiatan produksi yang berlangsung di pabrik Wanaherang dilaksanakan secara bertahap dan fleksibel mengikuti arahan dan langkah-langkah yang diadopsi oleh pemerintah daerah dalam menangani dan mencegah penyebaran virus korona.

DCVMI telah menerapkan langkah-langkah pencegahan di area pabrik dengan menyediakan area untuk mencuci tangan pembersih tangan, menyediakan stok masker dan sarung tangan, melakukan pemeriksaan suhu tubuh, menerapkan jarak fisik di berbagai area dan menyemprotkan desinfektan secara berkala di area pabrik. DCVMI juga menyediakan sinyal di beberapa lokasi di area pabrik untuk memastikan jarak fisik masih terjadi.

Di tingkat manajemen, DCVMI juga telah membentuk tim mitigasi COVID-19 yang akan melakukan pertemuan rutin dan evaluasi terkait dengan situasi pandemi. DCVMI juga membatasi jumlah karyawan yang bekerja di kantor dan pabrik dengan menerapkan sistem penjadwalan kerja mingguan untuk menjaga jarak fisik di area kerja.

"Tentu saja, kesehatan dan keselamatan karyawan, pemasok, dan penyedia layanan kami adalah prioritas kami, dan kami menerapkan serangkaian tindakan pencegahan dan protokol kesehatan di semua bidang fasilitas pabrik kami untuk memastikan hal itu." tutup Tim.

Protokol kesehatan yang diterapkan oleh DCVMI telah mengikuti rekomendasi protokol kesehatan dari pemerintah setempat dalam upaya memutus rantai penyebaran virus korona. DCVMI terus memantau dengan cermat setiap perkembangan situasi, termasuk kesehatan karyawan dan kebijakan pemerintah mengenai situasi darurat wabah COVID-19.

About the Author: