Mitsubishi Fuso Memberikan Pelatihan Teknis untuk Lusinan Guru Kejuruan TheGasPol.com

By | 2019-10-17T15:14:11+00:00 October 17th, 2019|Velg Mobil|

Komitmen untuk terus memajukan dunia pendidikan diwujudkan oleh Mitsubishi Fuso melalui program pelatihan otomotif untuk 28 guru dari 14 sekolah kejuruan di Indonesia, pada 30 September – 11 Oktober 2019. Pelatihan ini dilakukan secara serentak di tiga fasilitas Krama Yudha di Tiga Pusat Pelatihan Regional Berlian Motors (KRTC) di Jakarta, Bandung dan Mojokerto.

Dalam pelatihan otomotif ini, para guru akan menerima pelatihan Program Pendidikan Teknisi Layanan Fuso (F-STEP) 1 Plus, yang merupakan pelatihan wajib bagi mekanik Mitsubishi di Indonesia.

Materi yang diberikan adalah: dasar-dasar mesin, sasis, listrik, penyetelan engine, PDI, layanan gratis, dan perawatan berkala serta materi tambahan yang merupakan prinsip dasar Sistem Common Rail. Tidak hanya itu, dalam pelatihan ini juga diajarkan cara membaca dan menggunakan bengkel manual, pembongkaran dan prosedur perakitan untuk engine, transmisi, diferensial, pengukuran mesin, K3 & housekeeping, fungsi dan penggunaan peralatan dan alat pengukuran.

PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) terus memberikan kontribusi di sektor pendidikan kepada masyarakat Indonesia, melalui Program Pendidikan Kejuruan Fuso (FVEP). Ini adalah upaya untuk mendukung kemajuan sekolah kejuruan secara berkelanjutan, dengan menciptakan sejumlah kegiatan seperti menyumbangkan Mitsubishi Colt Diesel ke masing-masing sekolah mitra, memberikan pelatihan otomotif untuk guru dan siswa, bersaing dengan keahlian siswa otomotif, dan berbagi pengalaman, serta pengetahuan untuk siswa kejuruan, sebagai persiapan untuk memasuki dunia kerja.

Dony Hermawan, Kepala Hubungan Masyarakat & Tanggung Jawab Sosial Perusahaan KTB mengatakan bahwa dengan meningkatnya jumlah mitra SMK dari 11 SMK menjadi 14 SMK pada tahun 2019 dan pelatihan F-STEP 1 Plus untuk 28 guru SMK adalah bentuk KTB & # 39; Komitmen dalam dunia pendidikan di Indonesia. Dari salah satu prinsipnya yang bertujuan berkontribusi pada pengembangan masyarakat di Indonesia, melalui dukungan untuk kemajuan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang juga sejalan dengan kegiatan CSR yang fokus pada dunia pendidikan.

"Melalui pelatihan ini, diharapkan keahlian dan keterampilan guru akan lebih berkualitas dan sesuai dengan perkembangan industri, sehingga guru diharapkan dapat membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan yang lebih memadai. Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat berkelanjutan untuk pendidikan Indonesia, khususnya pendidikan kejuruan, "kata Dony Hermawan.

About the Author: