Museum Mazda: Walking Through Time Capsule

By | 2018-12-09T22:41:38+00:00 December 9th, 2018|Velg Mobil|

Cuaca cerah dengan langit biru menemani setiap langkah kami di Hiroshima. Sebuah kota yang memiliki kenangan tidak begitu menyenangkan ketika datang ke hari-hari Perang Dunia 2. Bangunan, rumah, kantor mungkin runtuh pada waktu itu, tetapi tidak dengan semangat kota ini untuk melanjutkan roda kehidupan.

Sampai sekarang entitas di dalamnya terus berkembang. Tidak terkecuali, Mazda Motor Corporation, yang telah menjadi bagian dari Hiroshima sejak didirikan pada tahun 1920. Markas besar perusahaan yang sebelumnya menggunakan nama Toyo Cork Kogyo berdiri di atas lahan seluas 905,01 kilometer persegi.

Dan salah satu bangunan di kompleks itu adalah Mazda Museum, lokasi di mana publik dapat menyaksikan sejarah perjalanan Mazda yang terekam dengan baik. Keberadaan museum ini cukup istimewa untuk kota ini, mengingat ini adalah satu-satunya pusat historis industri otomotif di wilayah Chugoku-Shikoku. Setiap tahun, museum ini telah menarik hingga 70.000 pengunjung.

Rekam jejak Mazda dimulai ketika memproduksi Mazdago (sepeda motor yang mengangkut barang beroda tiga) hingga produk terbaru dapat disaksikan di sini.

Time Tunnel

Tampilan luar museum ini bisa dibilang tidak istimewa. Bangunan berbentuk kotak dengan laburan putih terlihat samar dengan bangunan lain di dalam kompleks markas Mazda.

Memasuki ruang bawah, pengunjung akan disambut oleh warna Mazda terbaru. Mulai dari Mazda3, Mazda2 hingga sosok yang anggun dari Mazda Roadster. Masih di lantai yang sama, sebelum memulai kilas balik, fragmen historis Mazda dapat disimak melalui pemutaran video. Di sini Anda dapat menyaksikan perkembangan Mazda sebelum perang dunia hingga sekarang.

Meski jauh dari kesan mewah, namun penempatan mobil sesuai dengan tahun pembuatan seolah mengundang pengunjung untuk masuk ke lorong waktu. The Mazda Vehicle Chronicle dimulai dengan munculnya Mazdago. Truk open body beroda tiga ini sebenarnya adalah motor dua penumpang dengan ruang kargo di belakang.

Layar berikutnya adalah deretan sedan mini Mazda lansiran seperti keluarga seri 360, Bongo 800 hingga RX. Di seberang terlihat dari keanggunan mobil sport Mazda pertama, Cosmo Sport 110S disandingkan dengan Mazda Eunos Roadster. Cosmo 110S juga merupakan varian Mazda pertama yang mengusung mesin revolusioner rotary 1.0L 2-rotor Wankel yang memulai debutnya di Tokyo Motor Show 1964.

Legacy Berlanjut

Sejujurnya, sangat disayangkan bahwa pabrikan sebesar Mazda tidak menyiapkan museum di mana sejarah otomotif mereka di dunia hidup dengan serius. Buktinya, konsep desain interior di Mazda Museum terasa cukup membosankan. Namun, (untungnya) tampilan sempurna ikon pabrikan yang dibangun oleh Jujiro Matsuda mampu mengubur tampilan ruang dalam yang hambar.

Di lorong berikutnya, Mazda RX7 yang legendaris tampak menggoda. Kurva tajam dengan gaya modern terinspirasi oleh Lotus Elan membuat pemenang Top Ten Sports Car dari Car and Driver dan International Sports Car terjual hingga 86 ribu unit di Amerika Serikat dalam debutnya.

Selain bisa mendengar sejarah mesin putar, di ruang sebelah pengunjung juga bisa melihat tanda tinta emas Mazda di dunia motorsport. Mazda berhasil menjadi pabrikan Jepang pertama yang mampu memenangkan lomba ketahanan LeMans melalui tipe 787B pada tahun 1991.

Melalui mobil oranye dan hijau ini dengan raksasa produsen daya 4 rotor 26B Wenkel menjadi mesin putar pertama yang menjadi juara dalam balap legendaris. Mesin yang diproduksi di Inggris pada tahun yang sama diklaim mampu melepaskan daya hingga 930 HP dengan batas redline hingga 10.500 rpm.

Diluar Lingkungan Kotak

Tidak seperti pabrikan lain yang konstan dengan mobil hibrida, Mazda masih berusaha tampil beda dengan menerapkan teknologi yang diklaim lebih canggih dari pesaingnya. Ya, pabrikan yang telah bergabung dengan Ford Motor Company bersikeras mengembangkan mobil berbahan bakar hidrogen.

Alasannya adalah bahwa mesin minuman air dimaksudkan untuk tidak memiliki emisi (nol emisi). Tidak heran jika di Mazda Museum ada beberapa varian yang mengadopsi mesin hidrogen. Sebut saja Mazda HR-X, HR-X2 hingga yang paling baru Mazda RX-8 Hidrogen RE.

AC mata terakhir yang akan dinikmati oleh pengunjung setelah 90 menit berjalan adalah evolusi jargon Zoom-Zoom Mazda, mobil konsep yang dijuluki Ryuga. Varian ini, yang memulai debutnya di Detroit Auto Show 2007 (NAIAS), menganut standar baru yang disebut Nagare dalam bahasa Jepang yang berarti mengalir.

Proses kelahiran Mazda Ryuga diawasi oleh Direktur Desain Global Mazda yang baru, Laurens van den Acker dengan mengadopsi tiga konsep desain unik.

About the Author: