Pasar Mobil Lambat, Glory 560 Masih Dapat Bertahan

By | 2019-11-15T18:56:34+00:00 November 15th, 2019|Velg Mobil|

Glory 560 Menjadi Model untuk Mendominasi Penjualan DFSK – Patut diperhatikan untuk mengakui bahwa untuk pasar otomotif Indonesia, yang mulai lamban pada tahun 2019, memang memiliki banyak dampak pada beberapa merek yang terlibat di pasar nasional. Tentu saja ini memicu banyak merek untuk terus berinovasi sehingga pasarnya stabil.

Salah satunya adalah pemain baru dari China, yaitu DFSK. Di mana, di tengah pasar otomotif nasional yang lesu, penjualan merek-merek Cina ini telah meningkat, dari Januari hingga Oktober 2019.

Glory 560 Menjadi Model Yang Mendominasi Penjualan DFSK

Bukan tanpa alasan, menurut laporan dari PT DFSK Indonesia sendiri, memang pada periode Oktober 2019, penjualan grosir DFSK telah mencapai 466 unit. Yang mana, dengan detail Glory 580 64 unit, Glory 560 121 unit, dan Supercab 281 unit.

Namun, selama periode Januari – Oktober 2019, perjanjian tersebut menunjukkan peningkatan. Sebab, jika dibandingkan dengan 2018, jumlah pengiriman hanya mencapai 983 unit. Sementara itu, pada 2019 pada periode yang sama, jumlah unit yang terjual sudah menjadi 2.000 unit.

"Penjualan DFSK dari Januari hingga Oktober 2019, mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun lalu. Peningkatan total sebesar 215 persen," jelas Public Relations dan Digital Manager DFSK Arviane Dahniarny Bahar, Jumat (15/11/2019).

Di sisi lain, Arviane sendiri juga mengungkapkan bahwa peningkatan penjualan DFSK di Indonesia tidak lepas dari produk barunya, Glory 560 yang memang memberikan dorongan penjualan yang sangat signifikan.

"Peningkatan penjualan juga didukung oleh meningkatnya jaringan outlet kami, yang semakin menyebar di Indonesia. Melihat kinerja ini, kami melihat bahwa pasar Indonesia telah mulai memberikan kepercayaan kepada merek kami," pungkasnya.

Tentu saja, dengan tren penjualan DFSK Glory 560 yang meningkat, tidak heran jika pabrikan Cina mampu bertahan di tengah pasar otomotif nasional yang lesu saat ini.

About the Author: