Penjualan Motor Merosot, Motor Honda Masih Rajai Indonesia

By | 2020-06-12T17:44:10+00:00 June 12th, 2020|Velg Mobil|

Di tengah dampak pandemi Corona, penjualan sepeda motor Honda masih tertinggi di negara ini

Penjualan Honda Motor Masih Raih Posisi Teratas – Tidak dapat dipungkiri bahwa dampak pandemi Corona di Indonesia telah memiliki efek mendalam pada hamparan industri otomotif nasional. Tidak terkecuali di segmen kendaraan roda dua.

Itu kemudian membuat Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) juga memiliki spekulasi bahwa penjualan sepeda motor di Indonesia tidak akan mencapai target penjualan 6,4 juta unit pada tahun 2020.

Penjualan Honda Motor Masih Raih Posisi Teratas

"Perjanjian kami dalam total pasar AISI diperkirakan akan turun 40 hingga 45 persen, sekitar 3,6 hingga 3,9 juta," jelas penjelasan Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Johannes Loman saat diskusi virtual, baru-baru ini pada hari Kamis (6/11/2020).

Di sisi lain, sebagai agen pemegang merek dengan penjualan sepeda motor tertinggi, PT Astra Honda Motor (AHM) juga mengoreksi target penjualan sepeda motornya.

"Pada awal prediksi kami terhadap pasar 6,4 – 6,5 juta, kami sendiri (Honda) berada pada 4,6 hingga 4,8 juta," kata Direktur Pemasaran PT. AHM Thomas Wijaya, Kamis (11/6/2020).

Namun, di sisi lain, PT AHM juga masih memiliki optimisme tinggi bahwa ia akan terus mendominasi pasar hingga 50% lebih dari total penjualan di segmen nasional. Itu tidak lepas dari penjualan sepeda motor Honda yang saat ini justru mengalami peningkatan yang signifikan.

"Dengan kondisi ini selama 2 hingga 3 bulan dari Maret hingga Mei, kami melihat bahwa kami akan mengoreksi kurang lebih pada 3 juta, harapan kami dapat berada di 2,8 hingga 3 juta, sejalan dengan dampak dan kondisi pasar," tambah Thomas dalam penjelasan.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Thomas juga menjelaskan bahwa penurunan penjualan sepeda motor saat ini juga tidak terlepas dari kebijakan lembaga pembiayaan yang lebih selektif dan ketat dalam menentukan pelanggan potensial.

Jadi, kondisi pasar kendaraan roda dua di Indonesia akan terus menjalani seleksi mengingat dampak Corona yang juga berdampak pada sektor ekonomi. Jadi, sangat wajar bahwa peran lembaga keuangan sekarang tidak semudah memberikan ACC untuk setiap pembelian melalui sistem kredit.

About the Author: