Program Pendidikan Vokasi Mitsubishi Fuso Kunjungi SMK 55 Jakarta TheGasPol.com

By | 2019-02-20T07:25:34+00:00 February 20th, 2019|Velg Mobil|

Langkah Mitsubishi Fuso dalam memajukan kualitas pendidikan domestik, khususnya di bidang kejuruan, dibuktikan melalui program Fuso Learning and Inspiring. Program ini diadakan dengan tujuan memberikan pengetahuan dan pemahaman terkait persiapan memasuki dunia kerja bagi siswa Sekolah Vokasi.

Dalam implementasinya, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) melibatkan karyawan muda sebagai sukarelawan untuk berbagi pengalaman tentang cara bekerja di industri otomotif dan menyediakan materi soft skill secara interaktif kepada siswa.

Program Belajar dan Menginspirasi Fuso adalah salah satu pengembangan dari Program Pendidikan Kejuruan Fuso (FUSO-VEP) di mana dalam kegiatan ini KTB menyumbangkan truk Colt Diesel untuk mendukung kegiatan praktis di sekolah, kemudian KTB secara teratur memberikan pelatihan dasar otomotif bersertifikat kepada guru dan siswa. Sekolah Menengah Kejuruan.

Implementasi program Fuso Learning and Inspiring pada tahun 2019 merupakan kelanjutan dari fase pertama yang sebelumnya telah diikuti oleh sebanyak 300 siswa di 5 (lima) kota besar yaitu Medan, Palembang, Banjarbaru, Makassar, dan Metro Lampung selama periode Oktober hingga November 2018.

Sebagai lokasi kelima dari fase kedua program Fuso Learning and Inspiring, KTB sekali lagi menyebarkan antusiasme dan inspirasi kepada siswa Teknik Vokasi di Sekolah Menengah Kejuruan (TKR) di SMK Negeri 55 – Jakarta pada Senin, 18 Februari 2019. Sebelumnya, KTB pun berturut-turut -karena sudah hadir di tiga kota yaitu Bandung, Bekasi dan Malang pada Januari 2019 lalu.

Presiden Direktur KTB, Atsushi Kurita mengatakan, program CSR ini merupakan kontribusi dari KTB yang bertujuan untuk memajukan industri otomotif Indonesia melalui sektor pendidikan. KTB menganggap bahwa kemajuan dapat didorong melalui peningkatan kualitas pendidikan, sehingga diharapkan siswa SMK memiliki kompetensi yang baik dan sesuai dengan apa yang diharapkan oleh industri.

Lebih lanjut, disampaikan bahwa KTB ingin membangun motivasi bagi siswa bahwa Sekolah Menengah Kejuruan memiliki daya saing yang unggul dalam bentuk ilmu praktis dan teknis yang dapat langsung diterapkan di dunia kerja. "Ini sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk meningkatkan keahlian siswa kejuruan, sehingga mereka siap memasuki dunia kerja," tambah Kurita.

KTB berharap program ini dapat memberikan kontribusi positif bagi perkembangan dunia pendidikan generasi muda Indonesia, khususnya siswa sekolah menengah kejuruan yang diharapkan memiliki daya saing tinggi ketika memasuki dunia kerja dan industri.

About the Author: