Setelah Kamera, Ponsel dan Play Station, Sony Ditemukan untuk Membuat Mobil TheGasPol.com

By | 2020-01-09T05:24:19+00:00 January 9th, 2020|Velg Mobil|

Bisa jadi perusahaan elektronik sekaliber dari Sony mulai bosan dengan hanya membuat kamera, ponsel, dan konsol game. Tidak diketahui banyak orang, perusahaan elektronik terkenal dari Jepang ini tampaknya sedang mengembangkan mobil bertenaga listrik.

Mobil tipe sedan empat pintu ini memang masih dalam bentuk prototipe yang ditampilkan di Consumer Electronic Show (CES) 2020. Namun di masa depan tidak akan mengesampingkan jika Sony akan memproduksinya secara massal.

Mobil konsep bertenaga listrik yang disebut Vision-S sengaja dihadirkan untuk menunjukkan kemampuan perusahaan di bidang mobilitas masa depan. Produk Sony memiliki 33 sensor tertanam, baik eksterior maupun interior. Untuk area eksternal, Solid State LiDAR dimasukkan, radar, gelombang ultrasonik dan kamera yang dilengkapi dengan sensor CMOS Sony.

Mereka ditempatkan berserakan di seluruh pelosok mobil, guna mendeteksi keberadaan berbagai benda. Sony mengklaim memiliki kemampuan otonom Tingkat 2. Fitur-fitur tertentu seperti kontrol pelayaran canggih, parkir mandiri dan perubahan jalur otomatis tertanam. Mereka juga menjadi lebih tepat. Ini tidak hanya memudahkan pengemudi, tetapi juga mengurangi stres, sehingga perjalanan menjadi lebih menyenangkan dan nyaman. Sony dalam pernyataan resminya mengungkapkan, perangkat lunak yang digunakan dapat diperbarui, dengan harapan dapat mencapai kapabilitas otonom Level 4 atau lebih di masa depan.

Area kabin mobil Sony ini dipersenjatai dengan sensor Time of Flight (ToF). Perangkat ini dapat mendeteksi kondisi pengemudi dan penumpang. Ekspresi wajah dan gerakan pengemudi akan diperiksa oleh sistem, untuk mengetahui seberapa lelahnya dia. Sistem akan mengirimkan peringatan nanti. Selain itu, suhu kabin disesuaikan secara otomatis sesuai dengan kondisi dan perasaan penumpang. Jika seorang penumpang ditemukan di bagian depan atau belakang tertidur, suhu AC diatur ke tingkat yang lebih nyaman. Sistem ini secara aktif belajar untuk mengetahui kebutuhan semua penumpangnya, seperti asisten pribadi. Kecanggihan Vision-S tidak berhenti di situ.

Kabin diperkuat oleh sejumlah besar layar besar. Di dasbor setidaknya ada layar besar yang disebut layar panorama, membentang dari ujung ke ujung. Di sini ia menampilkan tidak hanya multimedia, tetapi juga informasi kendaraan, termasuk proyeksi dari kamera samping dan belakang. Fitur loudspeaker tidak dilupakan. Disebut 360 Reality Audio, Sony ingin membuat output suara yang seolah-olah menempatkan semua penumpang di ruang konser atau bioskop. Banyak speaker ditanam di kabin, termasuk di setiap kursi seperti dikutip dari situs Motor1 (07/01).

Mobil 2.350 kg dilengkapi dengan dua motor listrik, yang diposisikan di belakang dan di depan. Outputnya adalah masing-masing 200 kW atau setara dengan 267 hp. Berarti total 535 hp dengan sistem drive all-wheel-drive. Dia mampu berakselerasi dari nol hingga 100 kpj dalam 4,8 detik. Jantung mekanis ini dibuat oleh Magna, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang otomotif. Sony berkolaborasi dengannya, yang juga menciptakan platform EV baru. Tidak hanya Magna, pembuat PlayStation juga berkolaborasi dengan Bosch, Continental, NVIDIA dan Qualcomm. Sayangnya, belum diketahui apakah mobil ini akan diproduksi dan dijual ke publik.

About the Author: