Simpan alat pemadam kebakaran di dalam mobil. Mencegah kendaraan yang terbakar TheGasPol.com

By | 2020-09-03T12:16:56+00:00 September 3rd, 2020|Velg Mobil|

Akhir-akhir ini kita banyak mendengar kabar adanya mobil yang terbakar di jalan raya. Tiga yang terakhir adalah Toyota Avanza di Tol Dalam Kota Tomang bulan April, Mazda RX-7 di Jakarta Selatan pada Juni lalu dan yang terhangat adalah Range Rover Vogue, kemarin di Tol Dalam Kota Cawang Otista Jakarta.

Nama bencana kebakaran memang tidak pernah sembarangan. Bukan hanya mobil tua dengan tingkat perhatian perawatan yang minim, tetapi sudah merambah ke mobil generasi akhir atau mobil dengan tahun produksi muda.

Penyebabnya tentu beragam. Dari beberapa kasus yang pernah kita lihat, beberapa di antaranya berasal dari korsleting kendaraan, baik kelistrikan standar maupun aksesoris tambahan, kebocoran saluran transmisi bahan bakar, hingga yang paling tidak terpikirkan yaitu remah-remah bahan penyerap panas kap mesin lama yang menempel pada pipa pembuangan. buang panasnya.

Berkaca pada kasus di atas, sebaiknya pemilik mobil mulai memikirkan langkah antisipasi termudah yang dapat mereka lakukan, yaitu menyimpan alat pemadam kebakaran atau alat pemadam api ringan di tempat yang strategis di dalam kabin kendaraan. Seberapa penting keberadaan perangkat ini di dalam kendaraan?

Hendra Kirana, dari Gearhead Monkey Garage mengatakan, betapa pentingnya memiliki alat pemadam kebakaran di dalam mobil, sebagai salah satu langkah mengamankan salah satu aset berharga yaitu kendaraan. “Tidak ada yang bisa memprediksi kapan akan datang percikan api yang bisa membakar suatu benda, oleh karena itu alat pemadam kebakaran sudah menjadi menu wajib bagi setiap pemilik kendaraan,” kata Hendra, panggilan akrabnya.

Pria berkepala botak yang berkantor pusat di Jl. Kapten Tendean, Jakarta Selatan ini menambahkan, kendaraan yang kita miliki, baik kendaraan harian, kendaraan modifikasi maupun kendaraan hobi, bisa dibilang salah satu aset yang paling berharga. Karena itu dibeli atau "dibangun" menggunakan banyak uang. Jadi alangkah lebih baiknya jika Anda bisa melindungi aset berharga Anda dengan menyimpan alat pemadam kebakaran yang harganya juga terbilang terjangkau.

"Gampang, kita bisa beli atau buat mobil dengan harga puluhan, ratusan juta hingga milyaran rupiah, kenapa tidak bisa kita beli APAR yang harganya kurang dari Rp 5 juta per buah," dia berkata.

Hendra yang juga mendistribusikan alat pemadam kebakaran tipe H3R Performance tipe Max Out di Gearhead Monkey Garage menjelaskan, ada beberapa jenis alat pemadam kebakaran yang beredar di pasaran. Untuk penggunaan di kendaraan, ia merekomendasikan menggunakan jenis bubuk atau bubuk kimia yang memadamkan api klasifikasi kelas A, B dan C.

Harga jualnya bervariasi, mulai dari Rp. 2 juta untuk type kecil sampai Rp. 3 juta untuk tipe besar. Tak lupa, ia juga mengingatkan untuk menempatkan alat pemadam kebakaran di tempat yang mudah dijangkau dan diikat dengan sempurna di bagian dalam kendaraan.

Satu hal yang perlu diperhatikan adalah klasifikasi kelas api. Kelas A adalah klasifikasi api pada benda padat seperti besi, kayu atau plastik. Kelas B adalah klasifikasi api pada benda cair seperti bahan bakar dan kelas C adalah klasifikasi api yang menyebar ke komponen listrik.

Umumnya setiap pembelian alat pemadam api baru beserta isinya, pihak produsen memberikan garansi mulai dari dua tahun hingga lima tahun. Khusus untuk APAR tipe H3R Performance Max Out buatan Amerika Serikat (AS) yang dipasarkan oleh Gearhead Monkey Garage, diberikan garansi hingga lima tahun sejak pembelian baru dan dapat diisi ulang di tempat yang sama.

Garasi Monyet Gearhead

Gedung Tambang Lt. Dasar

Jl. Kapten Tendean No.15

Jakarta Selatan

021-7997160

About the Author: