Work Wheels Official

Ada waktu untuk penggantian oli mesin dan suku cadang bergerak lainnya di dalam mobil. Biasanya interval penggantian oli engine, transmisi, dan gandar ditetapkan oleh pabrikan dan pabrikan pelumas dari setiap 5.000 km hingga 10.000 km.

Namun, untuk mobil atau kendaraan yang sebagian besar tidak bersuara atau jarang berjalan, interval penggantian oli tidak selalu harus ditetapkan dalam aturan yang ditetapkan oleh produsen atau produsen pelumas. Alasannya, kendaraan yang kebanyakan senyap, apalagi jika tidak dihidupkan sama sekali dalam jangka waktu yang lama, biasanya akan memiliki lebih banyak endapan pelumas dibanding mobil yang lebih sering digunakan.

Sebagai catatan, pelumas atau endapan oli yang berada di bawah bak mesin oli atau penampung oli bisa langsung menjadi bumerang bagi mesin jika endapan tersedot masuk oleh pompa oli. Endapan ini dapat menghalangi jalur transmisi pelumas ke seluruh bagian mesin. Setidaknya interval penggantian oli untuk kendaraan yang jarang digunakan dilakukan setiap enam bulan sekali.

Menurut Boediarto selaku Group Head After Sales & CS Operation Group PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) menjelaskan, jika oli bertahan terlalu lama di bagian bawah mesin, fungsinya sebagai pelumas akan berkurang. Jika demikian, dampaknya akan terasa saat mesin dihidupkan, komponen saling bergesekan tanpa perlindungan dari oli. Dan jika mobil sudah lama terparkir dan jarang dihidupkan, sebaiknya ganti oli mesin terlebih dahulu. Hal tersebut bisa dicegah dengan rutin memanaskan mobil setiap 3 hari sekali, tujuannya untuk menjaga sirkulasi oli di mesin. Oleh karena itu untuk menjaga performa kendaraan perlu dilakukan pengecekan dan penggantian oli mesin terutama dengan melakukan perawatan berkala sesuai dengan manual book di bengkel resmi Mitsubishi Motors.

Mobil yang idle terlalu lama dan tidak mau hidup berpotensi membuat oli mengendap dan menjadi sludge (oil sludge). Sehingga perlu dilakukan pengecekan terlebih dahulu dengan melihat di batang celup oli tersebut, untuk memastikan apakah jumlah dan ketebalan oli tersebut masih dalam kondisi normal atau tidak.

Volume oli mesin aman jika berada di antara level maksimum dan minimum. Konsumen bisa mengecek level oli mesin di tempat yang rata, agar hasil pengecekannya akurat. Karena kemiringan tertentu juga bisa mempengaruhi level oli mesin.

Jika posisi level volume oli mesin berada di bawah titik minimum, disarankan untuk dilakukan penambahan. Namun penambahan tersebut tidak bisa dilakukan sembarangan, konsumen disarankan untuk menambahkan dengan oli yang sama.

Perlu juga diketahui, bahwa volume oli mesin harus dalam jumlah yang tepat, tidak kurang atau pun berlebihan. Hal ini dikarenakan jika volume oli terlalu penuh dan mobil digunakan maka tekanan pada crankcase (area dibawah piston menuju oil pan) akan terlalu besar yang dapat menyebabkan oil seal bocor.

Selain itu, jika ternyata oli mesin sudah membentuk sludge (lumpur) atau malah seperti gel, maka tidak ada pilihan lain selain menggantinya dengan oli baru. Kemudian jika kondisi oli mesin sudah mengental, ada baiknya jika pembilasan mesin dilakukan dengan cairan kimia pembilas mesin.

Perlu diketahui bahwa jika kondisi ini terjadi, konsumen tidak boleh menjalankan atau menghidupkan mesin mobil. Konsumen disarankan segera menghubungi bengkel resmi untuk pulang dan melakukan penggantian oli.

Leave a Reply