Tentang PPnBM LCGC, Toyota Menanggapi

By | 2019-09-18T07:13:48+00:00 September 18th, 2019|Velg Mobil|

Wacana PPnBM Akan Datang, Toyota Mulai Menunggu – Dalam rangka mendukung proses pengembangan kendaraan bertenaga listrik di Indonesia, pemerintah mulai melakukan persiapan lagi terkait wacana tentang penyesuaian Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM).

Jika berdasarkan sejumlah isu yang beredar, ada kecurigaan kuat bahwa meski masih dalam tahap penilaian, namun masalah skema insentif untuk kendaraan bertenaga listrik dikabarkan akan menjalani perombakan. Ini tentu berdampak pada mobil LCGC yang tidak lagi istimewa.

Wacana PPnBM Akan Datang, Toyota Mulai Menunggu 1

Karena, berdasarkan laporan terakhir, nanti dalam skema PPnBM yang saat ini sedang dipelajari secara mendalam, mobil atau kendaraan yang termasuk dalam kategori program Penghematan Energi dan Harga Terjangkau (KBH2) tentu akan dikenakan PPnBM mencapai 3%. Sebelumnya, LCGC sama sekali tidak dikenakan PPnBM. Tentu saja, ini membuat mobil LCGC tidak lagi istimewa.

Namun, dalam hal ini, Toyota sendiri sebagai produsen yang bermain di segmen LCGC akan tetap menghormati keputusan pemerintah dan menunggu peraturan resmi diluncurkan.

"Peraturan ini masih konsep, final belum terlihat seperti apa pun. Ada informasi tentang kenaikan pajak PPnBM dari nol hingga di atas nol. Apa yang kita tunggu aturannya," kata Anton Jimmi Suwandy Direktur Pemasaran PT TAM, pada peluncuran facelift Toyota Calya di Jakarta Selatan pada Senin (16/9).

Di satu sisi, perubahan skema insentif itu juga diakui Anton akan membuat harga mobil LCGC, seperti Toyota Calya akan mengalami peningkatan ketika nanti peraturan ini mulai berlaku.

"Kami mendengar draf dari nol persen menjadi 3 persen. 1 persen sekitar 1 – 1,5 juta. Jika naik (PPnBM 3 persen), harga Toyota Calya bisa naik 4 hingga 5 juta dari harga saat ini. Masih dalam Entri rentang MPV, jangan melompat ke LMPV. Bahkan jika itu berlaku, kami masih menunggu dan waktunya sekitar 2 tahun, "tambah Anton.

About the Author: