Work Wheels Official

Nissan melalui bendera PT Nissan Motor Distributor Indonesia (NMDI) resmi memasarkan Nissan Magnite. City car bergaya SUV kompak ini dibandrol dengan "harga perkenalan" di kisaran Rp. 208,8 juta sampai dengan Rp. 238,8 juta.

Nissan Magnite dibekali dengan mesin 3 silinder 1.0 L. Turbcharger. Dengan bantuan induksi udara dari turbo keong, Nissan Magnite memiliki kemampuan 98 hp dan torsi 160 Nm untuk varian transmisi manual 5 percepatan. Sedangkan pada pengusung girboks CVT, torsinya sedikit lebih kecil, yakni 152 Nm.

Di kelas city car kompak, Nissan Magnite menjadi satu-satunya produk yang mengusung sistem Turbocharger sebagai pendorong tenaga instan untuk mesin berkode HRAO 1.0 Turbo atau HR10DET. Mesin yang digunakan Nissan Group bersama Renault sejak 2019 merupakan pengembangan dari mesin HR10DE yang diproduksi sejak 2015.

Tentunya ada sedikit perbedaan perawatan mesin dengan sistem kompresi udara ini. Seperti pemilihan bahan bakar, interval perawatan dan cara penggunaan. Itu tidak sulit, asalkan dilakukan dengan tertib, kendaraan akan awet dan tidak terus-menerus sampai ke garasi.

Bahan bakar

Mesin induksi dengan turbocharged identik dengan rasio kompresi atau pembakaran yang tinggi. Karena itu, bahan bakar oktan rendah dilarang dikonsumsi oleh Nissan Magnite. Gunakan bensin dengan oktan atau RON 95 untuk performa mesin yang optimal selama pembakaran. Alhasil, tenaga mesin tetap mumpuni dan emisi terjaga serta kondisi blok silinder dan ruang bakar kepala silinder tetap bersih dari kerak.

Pelumas

Mesin HRAO 1.0L yang dibawa di bawah kap Nissan Magnite menggunakan blok silinder aluminium. Bagus Susanto, Direktur Perwakilan PT NMDI menyebutkan, teknologi Mirror Bore Coating seperti yang ada di blok silinder VR38DETT milik Nissan GT-R R35 diterapkan di sini.

Mirror Bore Coating adalah salah satu jenis lapisan khusus pada dinding silinder yang tugasnya mereduksi gaya gesek piston saat bergerak vertikal untuk melakukan tugasnya. Dengan cara ini dinding silinder diklaim lebih awet dan lebih cepat melepaskan panas.

Oleh karena itu diperlukan pelumasan dengan spesifikasi tertentu yang telah direkomendasikan oleh pabrikan. Sebaiknya jangan menggantinya dengan pelumas dengan spesifikasi lain karena lebih murah, spesifikasi yang berbeda akan berdampak nyata pada erosi dinding silinder, alhasil jika ada baret maka siapkan uang yang banyak. untuk menggantinya.

Jangan lewatkan interval penggantian oli. Sesuaikan dengan rekomendasi yang diberikan oleh pabrikan. Penggantian yang terlambat atau tidak sesuai spesifikasi akan berdampak pada dinding silinder dan unit turbocharger.

Untuk menunjang performa dan pendinginan, Turbocharger memanfaatkan pelumasan yang sama dengan mesin. Setiap gangguan dengan pelumas itu sendiri dapat menyebabkan kerusakan pada bantalan kompresor, bantalan poros atau busing kipas, flensa turbo atau dudukan dan segel atau paking.

Jika ada masalah maka tenaga turbo untuk menghembuskan udara akan berkurang dan disertai suara bising. Dengan begitu tenaga mesin akan berkurang secara signifikan.

Perilaku Mengemudi

Perawatan mobil dengan turbocharger juga tidak sembarangan. Menurut Jamaludin Akhmad Jazuli, Training Manager Aftersales Perwakilan Nissan, seperti dilansir Kumparan, dilarang keras mematikan mesin saat putaran turbo tidak stabil. Tunggu beberapa saat hingga putaran mencapai titik terendah atau saat mesin idle baru harus dimatikan.

Logikanya begini, putaran bilah turbo lebih besar dari putaran mesin. Kecepatannya bahkan lebih dari 80.000 per menit atau 80.000 rpm, sedangkan mesin yang biasa digunakan pada mobil produksi massal berputar maksimal 6.500 – 7.500 rpm. Bayangkan berapa kali bilah turbo berputar lebih cepat dari piston mesin.

Untuk menjaga kondisi bilah kompresor turbo serta as dan bantalannya, sistem ini menggunakan oil cooler yang sama dengan mesin yang didistribusikan oleh pompa oli internal mobil. Jika pada saat putaran tidak stabil dan langsung mati, suplai oli pendingin berhenti tiba-tiba, padahal rumah keong turbo dan isinya masih membutuhkannya.

Saat bilah kompresor berputar, bilah akan menghasilkan panas yang menyebar ke seluruh rumah siput. Beberapa komponen dirancang untuk mengembang dalam batas toleransinya, oleh karena itu harus ada pasokan oli sebagai pendingin. Sehingga panas yang dihasilkan tidak berlebihan dan merusak komponen turbocharger.

Bayangkan jika temperatur belum mereda kembali saat start dan mesin langsung dimatikan, semua komponen di conch housing mengalami perubahan temperatur yang drastis tanpa pendinginan oli. Jika perawatan seperti itu sering dilakukan, lama kelamaan jeroan di perangkat Turbocharger akan mengalami perubahan bentuk fisik, keausan bahkan kemacetan.

Leave a Reply

Open chat
Halo Maxbro!!!
OTOMAX DISKON VELG MOBIL ???? BISA KREDIT LOH!
Ring 15 : Cuma 3.6Jt
Ring 16 : Cuma 4.3Jt
Ring 17 : Cuma 4.9Jt
Ring 18 : Cuma 5.9Jt

Sudah FREE ++
- Pemasangan
- Spooring
- Nitrogen
- Balancing
- Pentil
- Disc Baut Variasi
- Disc Centering

Kami menyediakan berbagai merk ban :
Pirelli | Yokohama | Michelin | Falken | Continental | Maxxis | Nangkang | Kumho
Accelera | Achilles | Bridgestone | Dunlop | GT Radial | Hankook | Kanati
_
Disini Promonya ?? :
https://linktr.ee/otomaxstore
_
*Jabodetabek | Home Credit
*Luar jabodetabek bisa pakai cicilan Marketplace (Kredivo, Akulaku Dll)
Periode Promo 01 Desember - 31 Desember 2020