Tim Chicken Jagonya Menyumbangkan Miliaran Rupiah untuk Membangun Sekolah di Lombok TheGasPol.com

By | 2019-08-22T11:15:59+00:00 August 22nd, 2019|Velg Mobil|

Bencana alam gempa yang melanda Lombok tahun lalu, masih menyisakan empati bagi Tim Ayam Jagonya. Tim balap yang menampung Sean Gelael dikatakan telah menyumbang miliaran rupiah untuk membantu merehabilitasi lokasi pascabencana.

Melalui penggalangan dana dan pelelangan atribut balap Sean Gelael & Stoffel Vandoorne pada bulan September 2018, Tim Chicken Jagonya berhasil mengumpulkan Rp 4,1 Miliar untuk korban bencana di Lombok yang didistribusikan melalui 1000 Guru. Bantuan berupa pembangunan tiga perpustakaan, tiga ruang sholat, dan tiga taman bermain, serta fasilitas pengajaran dan pendukung seperti alat belajar dan jaringan internet di SDN 01, 03 dan 04 Gondang, Kabupaten Lombok Utara telah selesai dan sedang siap digunakan oleh siswa dan guru.

Hasil penggalangan dana selain sumbangan langsung selama acara adalah penjualan helm merek Stilo yang digunakan oleh Sean Gelael ketika menguji mobil balap Toro Rosso Formula 1 (F1) di Free Practice 1 (FP1) Singapura, Malaysia, Austin dan Meksiko di musim 2017. item dengan harga tertinggi di lelang. Pada kesempatan itu Sean juga melepas helm bermotif emas favoritnya yang merupakan helm pertama yang ia kenakan di balapan F2 di mana Sean memamerkan dua idolanya Muhammad Ali dan Michael Jordan.

SDN Gondang 01, 03, 04 adalah daerah yang merasakan dampak besar akibat gempa yang terjadi pada tahun 2018 lalu, di mana gedung sekolahnya hancur dan sulit digunakan. Kegiatan belajar mengajar dihentikan tetapi akhirnya mereka dapat terus dilakukan di tempat penampungan Gondang. Bantuan berupa tiga gedung perpustakaan diharapkan dapat digunakan sebagai ruang belajar sementara, tiga taman bermain diharapkan dapat membantu anak-anak menghilangkan trauma dari apa yang mereka alami, tiga ruang sholat untuk siswa, guru dan karyawan sekolah untuk beribadah dengan nyaman tempat. Dengan fasilitas ini anak-anak dan guru diharapkan dapat kembali ke kegiatan belajar mengajar seperti sebelumnya.

About the Author: