Yamaha XSR 155 Diklaim Pengubah Retro Bertarget

By | 2019-12-06T00:45:21+00:00 December 6th, 2019|Velg Mobil|

Yamaha XSR 155 Menjadi Sepeda Motor Klasik Retro-Modern – PT Yamaha Idonesia Motor Manufacturing (YIMM) juga tampaknya telah meramaikan pasar kendaraan bermotor di Indonesia dengan jajaran produk terbarunya. Salah satunya adalah Yamaha XSR 155.

Sepeda motor ini memang dihadirkan sebagai salah satu model sepeda motor retro klasik-modern dengan konsep Born to be Free. Tentu saja ini akan membuat motor ini lebih menarik bagi pembeli potensial, terutama mereka yang suka modifikasi.

Yamaha XSR 155 Menjadi Motor Klasik Retro Modern

"Ketika ditanya siapa pelanggannya, mereka yang suka warisan olahraga motor dan mereka yang suka modifikasi custom," kata Public Relations Manager PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Anton Widiantoro beberapa waktu lalu di JIExpo, Jakarta.

Di sisi lain, walaupun untuk soal penampilan sepertinya sangat kuno dan kuno, tetapi Anton sendiri menekankan bahwa XSR 155 masih akan dilengkapi dengan teknologi canggih terkini. Sebagai layar LCD modern dengan LCD Digital tertanam di panel indikator atau speedometer.

"Meski terlihat retro, tetapi masih dengan pembaruan teknologi, sehingga konsumen memiliki lebih banyak pilihan sepeda motor," tambah Anton.

Jangan berhenti sampai di situ, bahkan calon pembeli pun tampaknya tidak perlu banyak modifikasi pada sepeda motor ini. Pasalnya, sepeda motor ini memang dihadirkan dengan konsep stok terbaru sebagai kendaraan umum.

"Dan juga mereka yang benar-benar tidak perlu banyak perubahan pada sepeda motor. Karena kemarin ada beberapa di media sosial yang berkomentar karena sepeda motor ini sudah diluncurkan di Thailand," kata Anton.

Terlepas dari semua itu, perlu juga diketahui bahwa Yamaha All New XSR 155 akan tersedia dalam dua warna, yaitu Matte Silver Premium dan Matte Black Elegance. Sekarang, sehubungan dengan harga resmi, harga motor Yamaha XSR 155 juga dilaporkan akan menelan biaya Rp 36,2 juta dengan status harga on the road di Jakarta.

About the Author: